Didi Sungkono: Oknum Polisi Arogan, Anak Dibawah Umur Tewas, Kapolresta Semarang Harus di Copot
VISI.NEWS | SURABAYA - Pengamat Kepolisian asal Surabaya Didi Sungkono.S.H., M.H., mengatakan terkait tindakan Arogan oknum Polisi yang sebabkan hilangnya nyawa anak dibawah umur, Kapolresta Semarang Harus di COPOT.
Didi Sungkono menambahkan, sebagai pemimpin POLRI diwilayah kota Semarang, Kapolresta harus benar - benar berani ungkap sebuah kebenaran kepada masyarakat luas, karena salah satu keberhasilan POLRI adalah rasa kepuasan masyarakat.
"Sudah bagus itu Kapolresta bertakziah ke keluarga korban penembakan, tapi pelaku penembakan harus ditindak secara hukum, Baik etik POLRI, pemecatan dan pidana umum sebagaimana diatur oleh KUHP," ujarnya, Kamis (28/11/2024) siang.
Ia pun mengatakan, bahwa masyarakat sekarang sudah semakin “cerdas” tidak bisa dibodoh – bodohi dengan pencitraan, sampaikan kebenaran, apa adanya.
"Ingat hukum tertinggi ditangan rakyat, hukum tertinggi ditangan masyarakat, karena dibelahan dunia manapun POLRI dibawah kementerian, bukan dibawah Presiden, di Indonesia ini satu – satu nya POLRI yang dibawah Presiden. Ini yang harus diubah dan direformasi untuk kedepannya," ujarnya.
Pernyataan pengamat Didi Sungkono berkaitan dengan Kepolisian menggelar konferensi pers terkait kasus tewasnya pelajar Semarang GRO (17) yang ditembak Aipda Robig Zaenudin (38) anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang.
Polisi kembali menjabarkan soal duel antar dua kelompok gangster yang bertikai yakni antara gangster Seroja dengan Tanggul Pojok.
Duel antar gangster ini menjadi dalih Polisi atas tindakan Aipda Robig untuk menembak mati GRO yang dituding melakukan penyerangan kepada anggota polisi tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!