Didi Sungkono: Oknum Polisi Arogan, Anak Dibawah Umur Tewas, Kapolresta Semarang Harus di Copot
POLRI itu profesi mulia kalau dijalankan sebagaimana amanat undang – undang. Bukan malah seperti sekarang ini, banyak perilaku oknum – oknum POLRI yang arogan terhadap masyarakat, bagaikan 'momok' (hantu) di masyarakat.
"Ini suatu pola yang harus dirubah total, dilaksanakan total, diwaskat secara total, tugas dari alumnus – alumnus akademi Kepolisian untuk mereformasi Polri, karena reformasi POLRI itu dilakukan dari atas, dari pola pembinaan karier, pola perekrutan dan pola demosi, promosi atau tindakan eksekusi terhadap oknum – oknum yang melakukan tindakan diluar koridor hukum kepada masyarakat," ujarnya.
Lebih jauh Didi Sungkono menguraikan, Perilaku Oknum - Oknum Polisi, terutama yang berdinas direserse Narkoba ini yang perlu diawasi, dilaksanakan rutin test urine minimal 1 Minggu sekali, dan diawasi secara ketat.
Terutama penggunaan SENPI, perilaku, adab, aturan, dan sifat arogan, harus benar – benar dievaluasi. Bedil dibeli dari uang pajak pajak rakyat, bukan malah dipakai untuk menembaki masyarakat.
"Harus bisa memahami, kultur sosial, ilmu sosial dan hukum sosial, pelajar adalah aset bangsa dan negara, Kapolresta harus bertanggung jawab secara penuh," ujar Kandidat Doktor Ilmu Hukum ini.
Duel antar gangster ini menjadi dalih Polisi atas tindakan Aipda Robig untuk menembak mati GRO yang dituding melakukan penyerangan kepada anggota Polisi tersebut.
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar kemudian menanyakan apakah senjata ini (celurit merah) dari kamu?. “Iya,” jawab DP.
DP mengaku, berasal dari kelompok Seroja tapi ketika terjadi tawuran ikut bergabung ke kelompok korban yakni Tanggul Pojok.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!