Dibesarkan oleh Prabowo, Kenapa dalam Debat Capres Anies Lebih Banyak Nyerang Prabowo bukan Ganjar?

ED
Sabtu, 30 Desember 2023 | 07:42 WIB
Bagikan
Dibesarkan oleh Prabowo, Kenapa dalam Debat Capres Anies Lebih Banyak Nyerang Prabowo bukan Ganjar?

VISI.NEWS | JAKARTA  - Debat capres perdana yang digelar pada Selasa, 12 Desember 2023, menyajikan berbagai pertarungan argumen antara tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran), dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (Ganjar-Mahfud). Salah satu yang menarik perhatian adalah sikap Anies Baswedan yang lebih banyak menyerang Prabowo Subianto daripada Ganjar Pranowo.

Anies Baswedan adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pernah diangkat oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2014. Namun, ia kemudian mengundurkan diri pada tahun 2016 dan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017. Dalam Pilkada DKI Jakarta, Anies didukung oleh Partai Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Anies berhasil mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang didukung oleh PDIP dan partai-partai lainnya.

Anies dan Prabowo sempat menjalin hubungan yang baik sebagai sekutu politik. Bahkan, Anies pernah menyebut Prabowo sebagai bapak angkatnya. Namun, hubungan keduanya mulai retak ketika Prabowo mengumumkan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, sebagai cawapresnya pada Pemilu 2024. Keputusan Prabowo ini dinilai sebagai pengkhianatan oleh Anies dan pendukungnya.

Dalam debat capres perdana, Anies tidak segan-segan menyerang Prabowo terkait isu-isu yang sensitif, seperti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan Gibran maju sebagai cawapres, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang pernah dilakukan Prabowo, dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai gagal. Anies bahkan menuduh Prabowo sebagai orang dalam (ordal) yang memanfaatkan kekuasaan dan orang dalam untuk mengatur hukum sesuai kepentingannya.

Sementara itu, Anies jarang menyerang Ganjar Pranowo, yang merupakan calon presiden dari PDIP, partai yang menjadi lawan politiknya di Pilkada DKI Jakarta. Anies lebih banyak mengkritisi program-program Ganjar yang dinilai tidak realistis, seperti makan siang gratis, kartu prakerja, dan relokasi ibu kota negara. Anies juga menawarkan solusi-solusi alternatif yang lebih inovatif, seperti penguatan ekonomi kerakyatan, reformasi pendidikan, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Apa alasan Anies lebih banyak menyerang Prabowo daripada Ganjar? Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, Anies memiliki strategi untuk mengambil alih suara pemilih Prabowo yang kecewa dengan pencalonan Gibran. Anies juga ingin menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang berbeda dengan Prabowo, yang dinilai sebagai politisi lama yang tidak memiliki visi dan misi yang jelas.

"Anies ingin menarik simpati pemilih Prabowo yang merasa dikhianati oleh Prabowo. Anies juga ingin menegaskan bahwa ia adalah politisi baru yang memiliki gagasan-gagasan segar dan solutif untuk Indonesia. Anies tidak terlalu mempermasalahkan Ganjar, karena ia yakin bahwa Ganjar tidak memiliki basis pemilih yang kuat, terutama di luar Jawa," ujar pendiri Indonesia Political Reviews (IPR) itu  kepada VISI.NEWS, Sabtu (30/12/2023).

Namun, katanya, strategi Anies ini juga memiliki risiko, yaitu menimbulkan konflik dan permusuhan dengan Prabowo dan pendukungnya. Prabowo sendiri tidak tinggal diam dan memberikan balasan kepada Anies dengan cara yang tegas dan emosional. Prabowo menilai bahwa Anies terlalu berlebihan dan tidak menghargai jasa-jasanya. Prabowo juga menantang Anies untuk berdebat secara langsung dengan Gibran, yang dianggap sebagai lawan sepadan.

"Kalau Anies mau menyerang saya, silakan. Tapi, jangan lupa bahwa saya yang mengangkat Anies dari nol. Kalau Anies mau berdebat, berdebatlah dengan Gibran. Jangan berdebat dengan saya, karena saya sudah terlalu tua untuk berdebat dengan Anies," ujar Prabowo dengan nada kesal pada debat capres perdana.

Dengan demikian, debat capres perdana telah menampilkan dinamika politik yang menarik dan menegangkan antara Anies dan Prabowo. Kedua mantan sekutu politik ini kini menjadi rival politik yang saling serang dan sindir. Bagaimana kelanjutan persaingan mereka di debat-debat capres berikutnya? Kita tunggu saja.

@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.