Dianggap Bahaya, Pemerintah Pusat Hingga Daerah Harus Lakukan Pengawasan
VISI.NEWS | BANDUNG – Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Fraksi Golkar menegaskan agar baik
Pemrintah Pusat, Provinsi Jabar dan Pemda Kota Kabupaten di Jabar, lebih ketat dalam melakukan
pengawasan obat.
Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya peristiwa serupa dengan yang terjadi saat ini. Di mana,
banyak anak-anak meninggal karena mengalami gangguan ginjal akut, diduga efek dari obat sirup.
“Idealnya, setiap obat yang beredar di pasaran sudah dilakukan penelitian terkait dengan kandungan
yang ada di dalam obat tersebut, kenapa baru sekarang, setelah ada kejadian ?,” tegasnya.
Sementara obat-obat ini, sudah menjadi konsumsi untuk anak-anak selama ini, hal ini jelas sangat
disayangkan ketika saat ini berbagai analisa yang menyebutkan terdapat kandungan yang dianggap
bahaya baru diketahui hal layak.
“Ketika sakit, umumnya anak-anak banyak yang sudah mengkonsumsi obat-obat tersebut, tidak adakah
analisa sebelumnya terhadap obat tersebut, sehingga baru diketahui ada kandungan berbahaya dalam
obat tersebut," sambungnya.
Ahmad pun meminta agar pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan
pengawasan yang lebih ketat terhadap obat-obatan yang memiliki kandungan berbahaya bagi
kesehatan.
"Yang jelas pemerintah harus melakukan fungsi pengawasan terkait peredaran obat tersebut. Kedua,
lakukan penelitian apa saja isi kandungan dalam obat tersebut, dalam hal ini BPOM," katanya.
Menurutnya, jangan sampai lebih banyak korban akibat penggunaan obat yang memiliki kandungan
berbahaya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!