Diaba Konate: Perjuangan Atlet Basket Berhijab di Tengah Larangan Federasi Prancis

ED
Senin, 29 Juli 2024 | 10:00 WIB
Bagikan
Diaba Konate: Perjuangan Atlet Basket Berhijab di Tengah Larangan Federasi Prancis

"Saya terlahir sebagai seorang Muslim, jadi saya ingin belajar lebih banyak tentang agama saya dan akhirnya saya menemukan jawaban atas semua pertanyaan saya." Sangat munafik bagi Prancis menyatakan diri sebagai negara kebebasan, negara hak asasi manusia, tetapi pada saat yang sama, mereka tidak mengizinkan Muslim atau warganya untuk menunjukkan jati diri mereka," kata Konate.

Kisah serupa yang dialami oleh Konate telah menjadi lumrah pada semua level bola basket di bawah naungan FFBB. Akses dan kesempatan untuk berlatih hingga berkompetisi bagi pemain berhijab telah dibatasi. Situasi ini bahkan berdampak bagi kesejahteraan sosial mereka.

Di sebuah lapangan basket di salah satu distrik di Paris, Salimata Sylla, menginisiasi sebuah "ruang aman" bagi semua perempuan yang punya minat olahraga, terlepas mereka mengenakan hijab atau tidak. Ruang aman itu dia beri nama 'Ball.Her'. Sebanyak 60 perempuan telah ikut serta dalam setiap sesi sejak pertama kali diadakan tahun lalu.

"Saya berada di sini hari ini karena basket," kata Sylla. "Basket adalah segalanya bagi saya. Basket bukan sekadar kosa kata, basket telah menyelamatkan hidup saya. Saya tinggal di lingkungan yang penuh dengan narkoba. Basket membantu saya menjadi orang yang lebih baik, disiplin dalam hidup dan menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri."

Sylla pernah bergabung dengan tim liga Prancis Aubervilliers, namun dia sudah tidak bermain bersama mereka selama lebih dari setahun. Pada Januari 2023, beberapa saat sebelum Sylla akan menjadi kapten Aubervilliers, pelatihnya menyampaikan kabar bahwa wasit hanya akan mengizinkan dia masuk ke lapangan kalau dia melepas hijabnya.

Sebagai seorang Muslimah yang telah bermain mengenakan hijab selama tiga tahun, itu bukanlah pilihan bagi Sylla. Dia pernah mengatakan kepada ofisial pertandingan, "Anda akan melihat saya berhijab seperti ini, Anda tidak akan melihat penampilan saya dalam bentuk lain."

"Saya dipermalukan di depan semua orang". Ini adalah negara kelahiran saya, dan pada hari itu, mereka mencadangkan saya," katanya. Sylla akhirnya hanya duduk di bangku cadangan dan menyaksikan tim bermain tanpa dirinya, setelah menempuh perjalanan selama tiga jam dari Paris ke wilayah utara Prancis.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.