Di Tengah Pandemi 2021, Dompet Dhuafa Catat Pertumbuhan Donatur Hingga 15 Persen
Doni menambahkan, selain program bantuan langsung ke masyarakat, edukasi terkait zakat dan wakaf juga dioptimalkan. Melalui Indonesia Wakaf Summit dan Wake Up Wakaf, Dompet Dhuafa terus mendorong dan membangun kesadaran masyarakat terkait keutamaan dan dampak dari wakaf produktif.
Ragam program layanan Dompet Dhuafa terus digulirkan. Hal tersebut diutarakan Ustadz Ahmad Shonhaji, selaku Direktur Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat (DBPM), “Dompet Dhuafa selalu menjaga komitmen untuk terus melayani darurat kemiskinan, memberikan akses bagi layanan kesehatan dan pendidikan, serta menguatkan dakwah berbasis budaya masyarakat”.
Paparan Direksi diakhiri oleh Bambang Suherman, selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis yang mengatakan, “Terdapat 3 tantangan besar dalam pengembangan potensi kedermawanan dan filantropi di Indonesia, yakni menyajikan informasi sebagai literasi publik, mengikat kerjasama dengan banyak lembaga dan mempercepat proses penyebaran manfaat sebesar-besarnya”.
Tak hanya jajaran manajemen Dompet Dhuafa yang memaparkan hasil kinerja, salah satu penanggap yang hadir langsung yakni Dr. Aviliani, S.E., M.Si, selaku Ekonom IDEF & Pengurus Kadin Pusat, mengutarakan, “Struktur ekonomi Indonesia yang masih cukup tergantung pada dana portofolio. Sehingga rupiah kita cenderung menguat terus dan berdampak pada harga pangan. Menurut saya hal ini dapat ditanggulangi dengan pengembangan dibidang pertanian dan peternakan”.
Sementara di akhir acara, Hendri Saparini, selaku Bendahara Umum Yayasan Dompet Dhuafa menjelaskan, “Salah satu hal yang harus diperhatikan Dompet Dhuafa di 2022, yaitu dari sudut pekerja informal tidak mudah untuk terserap ke sektor formal. Selain kualifikasi juga tren sektor formal yang semakin mengadopsi teknologi”.@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!