Di Perjalanan Menuju Bandung, Anis Baswedan Kenang Ali Sadikin
VISI.NEWS | BANDUNG - Calon Presiden yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Anis Rasyid Baswedan (ARB) menulis bahwa Ali Sadikin tidak membenturkan warganya dengan pertentangan agama yang demikian keras.
"Membuat akar rumput saling membenci, putus teman, putus saudara, putus relasi... bahkan bertahun2 kemudian setelah sang penguasa terpilih dan turun," ungkapnya dalam cuitan di akun twitter @aniesbaswedan, 12 jam lalu.
Anies menulis komentar itu setelah membaca buku tentang Ali Sadikin dalam perjalanan menuju Bandung. Buku berjudul “Pemimpin yang Dirindukan” itu, katanya, hadiah dari Mas Boy Sadikin, sahabat dan rujukan kita para aktivis di Jakarta.
"Kisah kepemimpinan yang amat menginspirasi. Membangun Jakarta di era 1970an. Masa tugas Ali Sadikin dicukupkan oleh pemerintah pusat di tahun 1977, saat ia berusia 51 tahun, tapi dia dikenang sepanjang masa oleh rakyat Jakarta, " tulisnya.
Cuitan Anis itu sudah dilihat 112 ribu tayangan dan reposting 611 dan disukai 3.211.
RezimHybrid melalui akunnya @Hudakeyy menulis,
Blusukan Ali Sadikin,
Berubah atau punah? Kritik itu biasa bagi orang yang berpikir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!