Di Bawah Bayang-Bayang Tragedi Fokus, Portugal Bertaruh di Cancun Demi Mimpi Juara Dunia
ED
Editor
M Purnama Alam
Rabu, 28 Januari 2026 | 16:00 WIB
VISI.NEWS|BANDUNG – Keputusan Timnas Portugal menjadikan Cancun sebagai markas utama selama Piala Dunia 2026 memunculkan perdebatan tajam. Di tengah ambisi mengejar gelar dunia pertama, Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya justru memilih bermukim di kota wisata yang identik dengan pesta, meski tak satu pun laga mereka dimainkan di Meksiko.
Langkah ini dinilai sebagai perjudian besar Portugal dalam mengelola fokus dan disiplin tim. Cancun dikenal luas sebagai pusat hiburan malam dan destinasi liburan internasional, kontras dengan citra kamp latihan tertutup yang biasanya dipilih tim-tim unggulan Piala Dunia.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan perhitungan matang, bukan sekadar kemewahan.
“Kami memilih tempat yang memberi keseimbangan antara pemulihan, privasi, dan efisiensi perjalanan. Fokus kami hanya satu, tampil maksimal di setiap pertandingan,” kata Martinez.
Portugal tergabung di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, serta satu wakil dari DR Kongo, Jamaika, atau Kaledonia Baru. Dua laga fase grup dijadwalkan berlangsung di Houston, sebelum laga terakhir dimainkan di Miami. Dari Cancun, jarak penerbangan ke dua kota tersebut dinilai ideal dan minim gangguan logistik.
Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, menepis anggapan bahwa lingkungan Cancun akan mengganggu konsentrasi tim.
“Kami datang ke sini untuk bekerja, bukan berlibur. Semua pemain tahu apa yang dipertaruhkan di Piala Dunia,” ujar Ronaldo.
FIFA disebut akan segera meresmikan Fairmont Mayakoba Resort dan Mayakoba Training Centre sebagai basis Portugal. Kawasan tersebut berada jauh dari pusat keramaian kota, dikelilingi hutan tropis dan laguna alami yang membatasi akses publik.
Salah satu pemain Portugal menyebut lingkungan tertutup menjadi faktor kunci.
“Tempat ini sangat tenang. Begitu masuk area latihan dan hotel, rasanya seperti terisolasi dari dunia luar,” ucap Goncalo Ramos.
Meski demikian, sebagian pengamat menilai pilihan Cancun tetap mengandung risiko besar. Tekanan publik, sorotan media, serta reputasi kota sebagai pusat hiburan bisa menjadi ujian mental tersendiri, terutama jika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
Portugal sadar, satu kesalahan kecil bisa berubah menjadi tragedi fokus di turnamen sekelas Piala Dunia. Namun dengan fasilitas kelas dunia, kontrol ketat internal tim, dan kepemimpinan Ronaldo, Selecao das Quinas berharap taruhan ini berbuah sejarah, bukan penyesalan.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!