Desain Sistem Pertahanan Berlapis Respon Potensi Ancaman Kedaulatan Negara

ED
Senin, 11 September 2023 | 16:48 WIB
Bagikan
Desain Sistem Pertahanan Berlapis Respon Potensi Ancaman Kedaulatan Negara

Kemudian terkait dengan gangguan keamanan maritim pada batas wilayah seperti pencurian ikan oleh nelayan asing sampai perairan kedaulatan, pengusiran nelayan indonesia oleh kapal negara asing seperti China dan Vietnam, serta terdapat konfrontasi antara aparat keamanan laut dengan aparat penjaga laut negara asing. Tingkatkan sinergitas para aparat pertahanan-keamanan agar lebih erat dalam menjaga wilayah batas laut terutama laut Natuna Utara. Oleh karenanya, sudah seharusnya Indonesia membangun kekuatan pertahanan maritim. Hal ini diperlukan bukan saja untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan maritim Indonesia, tetapi juga untuk menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritm bagi seluruh kapal Indonesia maupun kapal-kapal dari negara lain yang berlayar melalui perairan Indonesia baik dari barat ke timur maupun dari utara ke selatan.

“ Indonesia harus mampu menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan memberikan prioritas kepada infrastruktur dan koneksifitas maritim serta industri perkapalan termasuk peralatan pertahanan dan keamanan di lautan Indonesia. Indonesia sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera memiliki kewajiban untuk membangun kekuatan pertahanan maritim yang handal dan profesional, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun perlengkapan peralatan pertahanan keamanan yang memadai dan didukung oleh kemampuan industri pertahanan yang mandiri. Kekuatan TNI harus didukung dengan kemampuan teknologi dan ketersediaan alat pertahanan keamanan untuk menjaga wilayah udara, permukaan laut dan dibawah laut”, tambah Dede.

Lebih lanjut Dede juga menguraikan terkait sistem pertahanan berlapis untuk mencegah penetrasi lawan, dimana pertahanan berlapis tersebut mensyaratkan terbentuknya tiga zona pertahanan, yaitu zona penyangga yang memerlukan kemampuan serangan pendahuluan, zona pertahanan yang memerlukan kemampuan serangan balas (counter offensive), dan zona perlawanan sebagai daerah perang berlarut atau gerilya.

Adapun strategi pertahanan laut, meliputi (1) Strategi Penangkalan, yang diarahkan untuk mencegah niat dari pihak-pihak yang akan mengganggu kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI, serta yang akan merugikan kepentingan nasional melalui diplomasi Angkatan Laut. (2) Strategi Pertahanan Berlapis, yang diarahkan untuk meniadakan dan menghancurkan ancaman dari luar melalui gelar kekuatan gabungan laut dan udara di medan pertahanan penyanggah (lapis 1), medan pertahanan utama (lapis 2) dan daerah perlawanan (lapis 3), dengan melibatkan kekuatan TNI AL bersama-sama seluruh komponen maritim dan didukung oleh kekuatan TNI AU. (3) Strategi Pengendalian Laut, yang diarahkan untuk menjamin penggunaan laut bagi kekuatan sendiri dan mencegah pengunaan laut oleh lawan, memutus garis perhubungan laut lawan serta mencegah / meniadakan berbagai ancaman aspek laut dari dalam negeri melalui gelar kekuatan dalam bentuk operasi laut sehari-hari dan operasi siaga tempur laut dengan didukungoleh kekuatan TNI AU.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.