Desa Adat Sade Terbakar, Warisan Sasak Menanti Pemulihan

Desi Rossilawati
Senin, 24 Agustus 2026 | 15:47 WIB
Bagikan
Desa Adat Sade Terbakar, Warisan Sasak Menanti Pemulihan

Foto udara menampilkan dampak kebakaran di Sade, sebuah desa adat Sasak yang dilanda kebakaran pada malam hari di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (22/8/2026)./visi.news/reuters.

VISI.NEWS - Kebakaran melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam. Kebakaran menghanguskan sejumlah bangunan yang menjadi bagian penting dari kawasan permukiman adat sekaligus destinasi wisata budaya.

Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak terhadap keberlangsungan warisan budaya masyarakat Sasak yang selama ini dipertahankan secara turun-temurun.

Dugaan Penyebab Kebakaran Desa Adat Sade

Hingga Senin (24/8/2026), penyebab pasti kebakaran Desa Adat Sade belum diketahui.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan dugaan sementara kebakaran berkaitan dengan aliran listrik di sejumlah bangunan.

"Kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada... Aliran listrik yang ada di situ. Di beberapa bangunan itu," ujar Iqbal dalam keterangannya dikutip, Senin (24/8/2026).

Penyebab kebakaran masih perlu dipastikan melalui penanganan dan pemeriksaan pihak terkait.

Sekitar 120 Rumah Terbakar

Kebakaran yang terjadi pada malam hari membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga. Sejumlah barang seperti kain tenun, uang, hingga telepon seluler ikut terbakar.

Salah seorang warga, Amaq Imi, mengatakan api muncul secara tiba-tiba ketika sebagian besar warga sedang tertidur.

Sekitar 120 rumah di Desa Adat Sade dilaporkan habis terbakar.

Rumah-rumah di Sade tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Arsitektur tradisional menjadi bagian dari identitas kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata budaya NTB.

Masyarakat Sade selama ini mempertahankan arsitektur, tradisi, kerajinan, serta tata kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Kebakaran Ketujuh dan Terparah

Kebakaran kali ini bukan pertama kali terjadi di Desa Adat Sade. Berdasarkan penuturan warga setempat, kawasan tersebut telah mengalami kebakaran sekitar enam hingga tujuh kali.

Warga bernama Talip menyebut kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam merupakan kejadian ketujuh dan menjadi yang paling parah karena api tidak berhasil dikendalikan sehingga menyebar ke banyak bangunan.

"Jadi ini bukan pertama kali terjadi ya tapi sudah ketujuh kali. Enam kali hampir tapi itu masih bisa kami atasi. Namun yang ketujuh kali sangat berakibat fatal karena apa satu kebakar kemudian tidak bisa dilerai kemudian semuanya ludes," kata Talip.

Desa Adat Sade Akan Dibangun Kembali

Masyarakat Desa Adat Sade berharap rumah-rumah yang terbakar dapat segera dibangun kembali. Pemerintah juga memastikan proses rekonstruksi akan dilakukan setelah penanganan kondisi darurat selesai.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhan, mengatakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat Desa Sade akan bersama-sama melakukan proses pemulihan.

“Prioritas kita sekarang adalah masyarakat. Setelah kondisi darurat tertangani, kita akan bersama-sama memikirkan pemulihannya. Kita ingin Sade bangkit kembali tanpa kehilangan jati dirinya sebagai ruang hidup dan warisan budaya masyarakat Sasak,” kata Widiyanti dalam siaran pers resmi dikutip, Senin (24/8/2026).

Pembangunan kembali Desa Adat Sade nantinya tidak hanya diarahkan untuk mengganti bangunan yang rusak akibat kebakaran. Proses rekonstruksi juga akan mempertahankan karakter, tradisi, arsitektur, dan identitas budaya masyarakat Sasak.

Dengan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat adat, pemulihan Desa Adat Sade diharapkan dapat mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang hidup masyarakat sekaligus destinasi wisata budaya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.