DEPTH NEWS | Tendangan Hampa dari Si Jalak Harupat
Katanya, kalau "jam buka" minisoccer ini dari jam 08.00 - 24.00 WIB, kali tujuh hari, maka tersedia waktu sewa selama 16 jam sehari atau 112 jam dalam seminggu, atau dalam satu bulan 448 jam. "Kalau hanya 25%-nya saja yang masuk PAD maka kalau perjamnya 1 juta, PAD yang masuk setiap bulan sekira Rp 112 juta," ungkapnya Carsono.
Namun ada hitungan yang lebih riil. Ia menyebutkan, kalau di weekday rata-rata 6 jam dari 16 jam yang terpakai saja, maka Senin-Jumat terkumpul uang Rp. 30 juta. "Ditambah hari Sabtu-Minggu yang rata-rata full disewa sampai jam 12 malam, atau sekira 32 juta. Maka dalam satu pekan itu potensi dana yang terkumpul Rp. 62 juta," ungkapnya.
Jadi, tandas Carsono, kalau yang disetorkan Rp 10 juta, maka Pemkab Bandung kehilangan pendapatan dalam satu minggu Rp. 52 juta atau dalam satu bulan Rp. 208 juta, dan dalam satu tahun bisa mencapai Rp. 2.662.000.000.
Dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, PAD yang disetor dalam bentuk retribusi tempat rekreasi dan olahraga untuk tahun 2021 dari semua venue yang ada di Stadion Si Jalak Harupat hanya Rp. 757.564.416.
Carsono mengingatkan bahwa transparansi dalam pengelolaan anggaran itu perlu agar meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang dipimpin Bupati Dadang Supriatna sekarang. "Karena kalau hal seperti ini dianggap biasa dan kalau ada kesalahan tidak mau dikoreksi yang muncul kesan di publik, sikap yang arogan. Ini tidak baik, karena akan menimbulkan sikap tidak percaya terhadap pemerintah daerah dari masyarakat," pungkasnya.(bersambung).@alfa/eko
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!