Dentuman Misterius Bandung, Simulasi Ungkap Kemungkinan dari Anak Krakatau

Desi Rossilawati
Sabtu, 5 September 2026 | 11:18 WIB
Bagikan
Dentuman Misterius Bandung, Simulasi Ungkap Kemungkinan dari Anak Krakatau

Ilustrasi./visi.news/@adalahkabbandung.

VISI.NEWS – Sebelumnya, warga Bandung Raya dan sejumlah wilayah di Jawa Barat digegerkan oleh suara dentuman misterius yang terdengar berulang pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Suara tersebut dilaporkan terdengar sekitar pukul 23.30 WIB hingga 02.00 WIB. Sejumlah warga juga melaporkan adanya getaran tipis pada kaca dan pintu rumah.

Laporan suara dentuman muncul dari sejumlah wilayah, mulai dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta hingga Cianjur.

Sejumlah warga kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan terjadi pada Jumat (4/9/2026) pukul 22.42 WIB. Namun, keterkaitan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan suara dentuman yang terdengar di Bandung dan wilayah lainnya belum dapat dipastikan.

Di tengah munculnya pertanyaan mengenai kemungkinan suara dari Gunung Anak Krakatau terdengar hingga Bandung, akun Instagram @adalahkabbandung membagikan simulasi mengenai perambatan suara berfrekuensi rendah melalui atmosfer.

Dalam unggahannya, akun tersebut menjelaskan bahwa dentuman dari Anak Krakatau dapat terdengar hingga Bandung yang berjarak sekitar 700 kilometer dalam garis lurus.

“Dentuman dari Anak Krakatau dapat terdengar hingga ke Bandung yang berjarak sekitar 700 kilometer dalam garis lurus akibat perambatan gelombang suara atau tekanan udara berfrekuensi rendah melalui atmosfer.”

Menurut informasi dalam unggahan tersebut, gelombang suara atau tekanan udara berfrekuensi rendah dapat merambat jauh melalui atmosfer. Jalur perambatan suara tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer sehingga suara dari sumber yang jauh dapat terdengar di wilayah tertentu.

Mengapa Suara Bisa Terdengar hingga Bandung?

Dalam simulasi yang dibagikan @adalahkabbandung, terdapat beberapa proses yang menjelaskan kemungkinan perambatan gelombang suara dari Gunung Anak Krakatau hingga Bandung.

  1. Zona bayangan

    Wilayah yang berada dekat dengan sumber suara belum tentu mendengar suara dengan jelas. Sementara itu, wilayah yang lebih jauh seperti Bandung justru dapat merasakan atau mendengar suara tersebut.

  2. Pembiasan oleh atmosfer

    Gelombang suara berfrekuensi rendah dapat merambat ke lapisan atas atmosfer. Perubahan suhu, tekanan, dan tiupan angin di ketinggian dapat membiaskan atau membengkokkan jalur suara sehingga kembali turun mendekati permukaan Bumi.

  3. Dampak di lokasi tujuan

    Saat mencapai Bandung, gelombang suara bertekanan rendah tersebut dapat menimbulkan efek berupa suara dentuman serta getaran pada kaca dan pintu rumah warga.

Simulasi tersebut menggambarkan jarak Gunung Anak Krakatau dengan Bandung sekitar 700 kilometer dalam garis lurus. Gelombang suara dari sumber erupsi digambarkan merambat melalui atmosfer sebelum kembali mendekati permukaan di wilayah Bandung.

Informasi dari akun @adalahkabbandung tersebut memberikan gambaran mengenai kemungkinan mekanisme suara berfrekuensi rendah dapat menjangkau wilayah yang berjarak jauh dari sumbernya.

Meski demikian, simulasi tersebut tidak secara langsung memastikan bahwa dentuman yang didengar warga Bandung Raya pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari berasal dari Gunung Anak Krakatau. Hingga berita ini ditulis, proses konfirmasi kepada pihak terkait masih dilakukan untuk memastikan penyebab suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.