Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Demi Hidup Layak, Nenek Jepang Rela Melanggar Hukum

Desi Rossilawati
Selasa, 4 Februari 2025 | 22:10 WIB
Bagikan
Demi Hidup Layak, Nenek Jepang Rela Melanggar Hukum
VISI.NEWS | JEPANG - Seorang nenek berusia 81 tahun di Jepang memilih masuk penjara untuk menjalani hidup yang lebih stabil mengutip laman SCMP, Senin (3/2/2025). Akiyo, yang pertama kali ditahan pada usia 60-an karena mencuri makanan, kembali dipenjara setelah mencuri lagi akibat kesulitan ekonomi dan minimnya dukungan keluarga. "Ada banyak orang baik di penjara ini. Mungkin hidup di sini adalah yang paling stabil bagi saya," ujarnya di Penjara Wanita Tochigi, yang juga menjadi tempat tinggal bagi banyak lansia dengan masalah serupa. Penjara menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan fasilitas mandi, mirip dengan panti jompo. Rutinitas yang teratur membuat kehidupan di dalam penjara terasa lebih terstruktur dibandingkan kehidupan Akiyo di luar, di mana ia menghadapi tekanan dan kesepian. Setelah dibebaskan pada Oktober 2024, Akiyo mengaku dihantui rasa malu dan takut terhadap reaksi putranya yang sering menyuruhnya pergi. "Saya merasa tidak peduli lagi dengan hidup saya. Saya berpikir, Tidak ada gunanya saya hidup, dan Saya hanya ingin mati," kata dia. "Saya takut bagaimana dia akan memandang saya. Hidup sendirian sangat sulit, dan saya merasa malu karena harus berakhir dalam situasi seperti ini. Jika saya memiliki tekad yang lebih kuat, mungkin saya bisa menjalani hidup yang berbeda. Tapi sekarang saya sudah terlalu tua untuk melakukan apa pun," ucapnya. Kisah Akiyo mencerminkan kondisi sosial yang lebih luas di Jepang. Data pemerintah menunjukkan lebih dari 80% napi lansia wanita pada 2022 terlibat dalam kasus pencurian, dengan jumlah napi lansia meningkat empat kali lipat dibandingkan 2003. Petugas penjara Tochigi, Takayoshi Shiranaga, menjelaskan bahwa bagi banyak lansia, hidup di penjara lebih baik daripada menghadapi kesendirian di luar. "Beberapa orang tua bahkan rela membayar 20.000 hingga 30.000 yen (sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta) per bulan jika mereka bisa tinggal di penjara," ujarnya. Kisah ini menuai simpati dan diskusi hangat di media sosial. "Betapa egoisnya seseorang hingga mengatakan kepada ibunya sendiri: ‘Aku berharap kau pergi’? Ini sungguh menyayat hati," komentar salah satu pengguna. "Inilah realitas masyarakat yang menua. Memiliki anak atau tidak, pada akhirnya tidak banyak bedanya. Masalah utamanya adalah kurangnya uang dan kemampuan untuk merawat diri sendiri," tulis seorang warganet. Warganet menyoroti persoalan kesepian dan kurangnya dukungan ekonomi bagi lansia di Jepang, menyebut realitas masyarakat yang menua sebagai tantangan besar yang harus dihadapi secara sistemik. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.