DELF 2026 Hadir di Hong Kong, AI Dorong Era Baru Industri Kreatif
“Artificial intelligence is reshaping the cultural and creative industries, opening up unprecedented opportunities for creators, businesses and society,” ujar Rocky Cheng.
Menurutnya, DELF 2026 dirancang untuk mempertemukan teknologi, kreativitas, dan bisnis guna memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendorong lahirnya konten orisinal, mendukung inkubasi IP, serta mempercepat penerapan teknologi dalam kegiatan komersial.
Cyberport, lanjutnya, akan terus memanfaatkan infrastruktur AI, ekosistem industri, dan jaringan kemitraan global untuk membantu perusahaan inovatif serta kreator IP orisinal memanfaatkan peluang di era AI dan memperluas pasar ke tingkat internasional.
Bahas Perjalanan dari AI ke IP Global
Menjelang penyelenggaraan DELF 2026, Cyberport juga menggelar diskusi khusus bertajuk “From AI Creation to Global IP: New Opportunities for the Entertainment Industry”.
Diskusi tersebut membahas peluang baru dalam penciptaan konten, inkubasi IP, dan komersialisasi karya kreatif di tengah perkembangan AI.
Diskusi dimoderatori Chief Public Mission Officer Cyberport, Ir Eric Chan, dengan menghadirkan Creative Director Ultra Instinct Limited Frankie Tam, Chief Executive Officer Gudo Inc. Polly Yeung, serta Director of AI Education and OPC Entrepreneurship Incubation FizzDragon Louie Cheng.
Para panelis menilai AI tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi proses produksi konten, tetapi juga mempercepat perubahan industri menuju era ekonomi IP.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!