DELF 2026 Hadir di Hong Kong, AI Dorong Era Baru Industri Kreatif

ED
PN
Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:11 WIB
Bagikan
DELF 2026 Hadir di Hong Kong, AI Dorong Era Baru Industri Kreatif

VISI.NEWSDigital Entertainment Leadership Forum 2026 (DELF 2026) kembali digelar oleh Cyberport dengan membawa gagasan besar mengenai masa depan industri hiburan digital di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Mengusung tema “The Dreamatic Circus”, DELF 2026 akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Cyberport, Hong Kong. Forum tahunan ini mempertemukan para kreator, pakar teknologi, pelaku industri hiburan, serta pemimpin sektor kreatif dari Hong Kong, Tiongkok Daratan, dan berbagai negara.

Selama tiga hari penyelenggaraan, lebih dari 60 tokoh dan profesional dari bidang teknologi, hiburan, serta industri kreatif dijadwalkan berbagi pandangan mengenai bagaimana AI, teknologi imersif, dan berbagai inovasi mutakhir mengubah cara konten diciptakan sekaligus menghadirkan pengalaman hiburan yang semakin interaktif.

Perkembangan AI dinilai telah menurunkan hambatan bagi masyarakat untuk berkarya. Kondisi tersebut mendorong perubahan besar dalam industri konten, dari yang sebelumnya berfokus pada produksi karya menuju pengembangan ekonomi berbasis intellectual property (IP).

Melalui DELF 2026, Cyberport ingin mengeksplorasi bagaimana AI dapat membantu kreator dan perusahaan membangun IP orisinal yang mampu bersaing di pasar global.

Selain membahas proses kreatif, forum ini juga akan melihat bagaimana infrastruktur AI, ekosistem inovasi, dan jaringan internasional Cyberport dapat membantu mengubah ide kreatif menjadi produk komersial, merek, hingga IP yang dikenal secara global.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat posisi Hong Kong sebagai salah satu pusat inovasi digital entertainment dan IP di Asia.

Chief Executive Officer Cyberport, Dr Rocky Cheng, mengatakan perkembangan AI membuka peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi kreator, dunia usaha, dan masyarakat.

“Artificial intelligence is reshaping the cultural and creative industries, opening up unprecedented opportunities for creators, businesses and society,” ujar Rocky Cheng.

Menurutnya, DELF 2026 dirancang untuk mempertemukan teknologi, kreativitas, dan bisnis guna memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendorong lahirnya konten orisinal, mendukung inkubasi IP, serta mempercepat penerapan teknologi dalam kegiatan komersial.

Cyberport, lanjutnya, akan terus memanfaatkan infrastruktur AI, ekosistem industri, dan jaringan kemitraan global untuk membantu perusahaan inovatif serta kreator IP orisinal memanfaatkan peluang di era AI dan memperluas pasar ke tingkat internasional.

Bahas Perjalanan dari AI ke IP Global

Menjelang penyelenggaraan DELF 2026, Cyberport juga menggelar diskusi khusus bertajuk “From AI Creation to Global IP: New Opportunities for the Entertainment Industry”.

Diskusi tersebut membahas peluang baru dalam penciptaan konten, inkubasi IP, dan komersialisasi karya kreatif di tengah perkembangan AI.

Diskusi dimoderatori Chief Public Mission Officer Cyberport, Ir Eric Chan, dengan menghadirkan Creative Director Ultra Instinct Limited Frankie Tam, Chief Executive Officer Gudo Inc. Polly Yeung, serta Director of AI Education and OPC Entrepreneurship Incubation FizzDragon Louie Cheng.

Para panelis menilai AI tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi proses produksi konten, tetapi juga mempercepat perubahan industri menuju era ekonomi IP.

Perkembangan tersebut membuka peluang komersial dan pasar internasional yang lebih luas bagi IP orisinal yang lahir dari Hong Kong.

Eric Chan mengatakan AI menghadirkan kemungkinan kreatif yang sebelumnya sulit diwujudkan sekaligus memberikan energi baru bagi industri budaya dan kreatif Hong Kong.

Menurut dia, perkembangan industri tidak cukup hanya mendorong lahirnya konten orisinal. IP yang memiliki prospek juga perlu dikembangkan menjadi aset bernilai jangka panjang.

“AI is unlocking unprecedented creative possibilities and injecting fresh momentum into Hong Kong's cultural and creative industries,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan IP harus mampu bergerak dari gagasan kreatif menuju penerapan nyata, serta dari karya individual menjadi merek yang memiliki pengakuan luas.

Cyberport, kata Eric, akan terus menjalankan peran publiknya dengan mempertemukan teknologi, kreativitas, talenta, dan sumber daya industri sehingga semakin banyak kreator serta perusahaan lokal dapat memanfaatkan AI dan membawa kreativitas Hong Kong ke pasar internasional.

Hadirkan Beragam Topik dan Pengalaman Digital

Selama tiga hari, DELF 2026 akan menghadirkan pembahasan mengenai berbagai tema, mulai dari kolaborasi AI, pengembangan ekosistem IP, ekonomi budaya dan kreatif, smart city, hingga kehidupan masa depan.

Sejumlah organisasi dan institusi yang akan berbagi wawasan antara lain University of Southern California (USC), The Hong Kong Academy for Performing Arts, TVB Plus, GGWP, Mei Ah Entertainment, dan Xi'an XR Film Industry Base.

Mereka akan membahas bagaimana AI dapat mendorong inovasi, komersialisasi, dan ekspansi global di sektor industri kreatif.

Tidak hanya menghadirkan forum diskusi, DELF 2026 juga menyiapkan zona pengalaman interaktif dengan empat area tematik dan lebih dari 35 aktivitas.

Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk memperlihatkan penerapan AI, teknologi imersif, dan inovasi digital dalam hiburan maupun kehidupan sehari-hari.

Empat zona utama yang disiapkan meliputi Arts & Culture, Digital Entertainment, Smart Living & Business, serta Robotics & Drones.

Pada zona Arts & Culture, pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman seperti pameran seni interaktif imersif Another World: RADIANCE, pameran budaya imersif orisinal Cyberport The Reveries of Ancient Egypt, pengalaman XR 6D pertama Hong Kong Harbour Dreams: Hong Kong XR Adventure, hingga pengalaman VR Versailles: The Lost Gardens of the Sun King.

Sementara itu, zona Digital Entertainment akan menampilkan sejumlah proyek inovatif, termasuk pengalaman skateboard interaktif SkateAway Circus dari Nikopicto, TVB Music Money Monster System, serta platform pembuatan drama pendek berbasis AI milik FizzDragon.

Di zona Smart Living & Business, pengunjung dapat melihat teknologi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk 3D & AI Smart Fashion Platform dari Genesis One.

Adapun zona Robotics & Drones akan menghadirkan berbagai inovasi robotika konsumen, seperti robot tempur dan kendaraan pintar interaktif berbasis AI yang dikembangkan Jin Technology.

Zona ini juga menampilkan “Charting the Future: eVTOL Inaugural Test Flight” yang memperkenalkan perkembangan teknologi interaktif, ekonomi ketinggian rendah atau low-altitude economy, serta mobilitas pintar.

Pengunjung Diajak Bermain Sambil Mendapat Hadiah

Untuk meningkatkan interaksi pengunjung, DELF 2026 juga menghadirkan program “Play-to-Earn”.

Program tersebut menggabungkan konsep permainan dengan sistem penghargaan. Pengunjung dapat mengumpulkan stempel dengan menyelesaikan berbagai tugas di empat zona tematik.

Stempel yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah. Peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh tantangan juga berkesempatan mendapatkan merchandise edisi terbatas dari IP animasi orisinal Hong Kong, Another Worlds.

Selain itu, Cyberport Academy akan menghadirkan DELF 2026 - AI Cultural & Creative Micro-Academy.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari berbagai keterampilan kreatif yang berkaitan dengan teknologi AI, termasuk desain concept art dan produksi video.

Rangkaian acara juga dilengkapi program pemutaran film yang menampilkan drama pendek fiksi ilmiah berbasis AIGC bertema Mars dari Singapura.

Selain itu, akan diputar sejumlah karya pilihan dari 3rd AI-assisted Animation Production Support Scheme dan 2nd HKUST AI Film Festival.

Suasana festival semakin meriah dengan penampilan langsung grup K-pop XODIAC serta indoor drone cirque yang memadukan pertunjukan, teknologi drone, dan pengalaman visual.

Melalui kombinasi forum industri, pameran interaktif, lokakarya, pemutaran film, pertunjukan musik, dan teknologi imersif, DELF 2026 tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan mengenai masa depan industri hiburan digital.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara kreativitas dan teknologi untuk memperlihatkan bagaimana AI dapat membuka peluang baru bagi kreator, perusahaan, serta ekosistem IP.

Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, DELF 2026 menegaskan bahwa masa depan industri kreatif bukan hanya tentang kemampuan menghasilkan konten dengan lebih cepat, tetapi juga bagaimana kreativitas tersebut dikembangkan menjadi IP bernilai, produk komersial, dan merek yang mampu menembus pasar global.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.