Dedikasi Pelaku Wisata dan WWF Dukung Ekonomi Biru Indonesia
- Pelaku wisata berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana peran pelaku wisata, khususnya wisata bahari untuk mendukung kelestarian sumber daya pesisir dan laut, serta meningkatkan ekonomi biru di Indonesia.
VISI.NEWS | DENPASAR - Yayasan WWF Indonesia melalui inisiatif Signing Blue, mengundang para pelaku wisata bahari pada diskusi yang bertajuk “Advancing Responsible Marine Tourism Practices” di Bali Dynasty Resort. Pertemuan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana peran pelaku wisata, khususnya wisata bahari untuk mendukung kelestarian sumber daya pesisir dan laut, serta meningkatkan ekonomi biru di Indonesia.
Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada 2023, devisa yang dihasilkan dari sektor pariwisata mencapai US$14 miliar, hal ini menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap devisa nasional.
Pariwisata yang terjadi bisa dikatakan sebagian besarnya sangat bergantung pada keindahan serta kelestarian ekosistem dan budaya Indonesia. Sayangnya, daya dukung wisata, khususnya untuk wisata bahari masih kurang dipraktikan oleh para pelaku usaha dan juga pemerintah. Upaya daya dukung ini perlu dilakukan bersama oleh seluruh pelaku pemanfaat ruang laut di wilayah tersebut.
“Signing Blue ini adalah inisiasi WWF yang telah dimulai sejak 10 tahun yang lalu, karena wisata bahari menjadi peluang ekonomi biru yang cukup signifikan bagi pengelolaan sumber daya alam. Namun disisi lain, aktivitas wisata punya ecological footprint/dampak ke lingkungan, sehingga Signing Blue hadir sebagai wadah untuk mendampingi pelaku wisata untuk satu langkah lebih depan memulai praktik wisata bahari yang bertanggung jawab,” ujar Dr. Imam Musthofa, selaku Direktur Program Kelautan & Perikanan, WWF-Indonesia.
Dalam 10 tahun, Signing Blue telah bermitra dengan lebih dari 100 perusahaan yang bekerja di sektor wisata bahari dari mulai akomodasi, dive operator, hingga kapal rekreasi dari berbagai lokasi di Indonesia. Selain itu, melalui kampanye #BringTourismToTheNextLevel telah merangkul lebih dari 300 individu wisatawan sebagai Blue Traveler yang telah menjadi bagian dari perubahan praktik wisatawan untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan khususnya di destinasi wisata bahari.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!