Dedi Mulyadi: Utang BUMN ke Jabar Lewat BJB Tembus Rp3,6 Triliun
"Sekarang menanam teh pun dibiayai oleh Pemerintah Provinsi. Karena kepentingannya konservasi," ujarnya.
Langkah pengambilalihan biaya ini dilakukan agar lahan hijau di Jawa Barat tidak beralih fungsi menjadi pemukiman atau disewakan secara ilegal yang berisiko memicu bencana alam seperti longsor.
Bagi Dedi, keberadaan kebun teh dan hutan adalah fondasi ekonomi jangka panjang Jawa Barat, terutama di sektor pariwisata.
Tanpa konservasi yang kuat, ia meyakini daya tarik wilayah seperti Puncak akan hilang dan mematikan industri perhotelan serta jasa lainnya.
"Kalau Jawa Barat tanpa teh, tanpa karet, tanpa perhutanan, Jawa Barat tidak akan pernah ada. Terjadi bencana yang luar biasa, setelah itu enggak akan ada hotel, enggak ada orang datang. Orang ke Puncak enggak ada teh, enggak ada hotel di Puncak," katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini berharap ada komitmen nyata dari BUMN terkait untuk segera menyelesaikan kewajiban finansial mereka guna memperkuat ruang fiskal daerah di tahun anggaran 2026. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!