Dedi Mulyadi Soroti Macet Bandung: Jalannya Tak Bertambah, Kendaraan Meningkat

Desi Rossilawati
Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:30 WIB
Bagikan
Dedi Mulyadi Soroti Macet Bandung: Jalannya Tak Bertambah, Kendaraan Meningkat
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi predikat Kota Bandung sebagai kota paling macet di Indonesia dengan sudut pandang berbeda. Menurutnya, kemacetan yang terjadi khususnya pada akhir pekan justru berdampak positif bagi sektor ekonomi lokal, terutama UMKM dan perhotelan. "Bandung itu kan macet utamanya di Sabtu dan Minggu karena orang Jakarta kan piknik ke Bandung gitu loh, dan itu membawa keberkahan bagi UMKM, bagi perhotelan," ujar Dedi saat di Gedung Sate, Jumat (11/7/2025). Meski begitu, Dedi tidak menutup mata terhadap penyebab utama kemacetan, yaitu sempitnya badan jalan yang tak mengalami perubahan sejak lama, serta peningkatan jumlah kendaraan pribadi. Ia menilai, infrastruktur jalan yang stagnan menjadi tantangan utama penataan lalu lintas di Kota Bandung. Ia juga menyoroti kinerja lampu lalu lintas (traffic light) yang justru dapat memperparah kemacetan jika waktu henti tidak dihitung dengan akurat. "Karena traffic light itu justru bikin macet. Bisa enggak ke depan sih traffic light itu membuat menjadi lancar. Kan bisa jadi ini penghitungan yang di sini belum tepat. Nah, ini kita lagi ngitung nih biar tepat," jelasnya. Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengusulkan pembangunan sistem transportasi publik terintegrasi antar kota dan kabupaten. Menurut Dedi, meskipun setiap daerah memiliki otonomi dalam mengambil keputusan, kolaborasi lintas wilayah terus dibangun untuk mencari solusi bersama. Proposal pembangunan transportasi tersebut telah diajukan ke Kementerian Perhubungan, dengan estimasi investasi hampir Rp 22 triliun. Namun, Dedi mengingatkan bahwa realisasi program ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian Keuangan jika ada keterlibatan investasi asing. "Nah, realisasinya ya kita tunggu pemerintah pusat, karena kan kalau menyangkut investasi dari luar itu kan harus perizinan dari Menteri Keuangan," pungkasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.