Dedi Mulyadi Soroti Kabut Asap Palembang Akibat Karhutla

Desi Rossilawati
Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:13 WIB
Bagikan
Dedi Mulyadi Soroti Kabut Asap Palembang Akibat Karhutla

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang.

Menurut Dedi Mulyadi, kondisi tersebut perlu segera ditangani secara serius agar tidak terus berdampak terhadap kesehatan masyarakat maupun aktivitas sehari-hari.

Dalam kunjungannya ke Palembang, Ia mengaku terkesan dengan berbagai potensi yang dimiliki kota tersebut, mulai dari sejarah, budaya hingga kuliner.

“Palembang, kota yang indah. Kemudian punya sejarah Kerajaan Sriwijaya yang kuat, musiknya itu sangat membuat kita takjub, ikan patinnya enak,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya dikutip, Jumat (28/8/2026).

Meski mengapresiasi berbagai potensi Palembang, Dedi Mulyadi menilai kabut asap akibat karhutla menjadi persoalan yang perlu segera dibenahi.

“Jadi, tinggal kabut asapnya yang dibenahi,” ujarnya.

Dedi Mulyadi juga memastikan kabut asap tidak mengganggu penerbangannya ketika tiba di Palembang.

“Tidak, penerbangannya tidak terganggu,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan KDM saat menghadiri Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, sekaligus Deklarasi, Pelantikan, dan Pengukuhan DPP serta DPD Aslinmas se-Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Jumat (28/8/2026).

1.142 Hotspot Terdeteksi di Sumsel

Di sisi lain, kondisi karhutla di Sumatera Selatan masih menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan Sipongi Kementerian Kehutanan, sebanyak 1.142 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumsel pada Jumat (28/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian pemerintah daerah karena sejumlah wilayah masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

“Tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian karena sebagian wilayah Sumsel masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Sudirman.

“Dengan demikian, total hotspot sepanjang 2026 hingga 27 Agustus mencapai 18.402 titik. Selain hotspot, kebakaran nyata juga masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel,” lanjut Sudirman.

Selain memantau titik panas, BPBD Sumsel juga mencatat 44 kejadian karhutla yang terjadi pada 27 Agustus 2026 di sejumlah kabupaten dan kota.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian karena kabut asap akibat karhutla telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.