Dedi Mulyadi Sidak Disdik Jabar, Minta Aplikasi SPMB Dievaluasi

Desi Rossilawati
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:52 WIB
Bagikan
Dedi Mulyadi Sidak Disdik Jabar, Minta Aplikasi SPMB Dievaluasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026)./visi.news/tangkap layar pada akun YouTube.

VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa BaratDedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Radjiman, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026), menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi menduga berbagai persoalan yang muncul dalam proses penerimaan siswa baru lebih banyak disebabkan oleh gangguan pada aplikasi pendaftaran. Sejak pagi, ratusan orang tua siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menyampaikan keluhan dan mencari solusi atas kendala yang mereka alami.

Berbagai permasalahan dilaporkan, mulai dari akun yang belum terverifikasi, data peserta yang tidak muncul, kesulitan mengakses sistem, hingga peserta yang tidak lolos program Sekolah Maung.

Selain menerima aduan masyarakat, Dedi juga meminta penjelasan dari petugas yang menangani sistem SPMB. Namun, menurutnya, penjelasan yang diberikan belum mampu menjelaskan secara menyeluruh akar persoalan yang terjadi.

"Kalau menurut saya nggak ribet. Ini kan kalau sudah dari 340.000 ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi, saya lihat," ucap Dedi di lokasi.

Menurut Dedi, permasalahan yang terjadi seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah apabila sumber gangguan teknis pada aplikasi diketahui secara jelas.

Karena itu, ia berencana memanggil pihak pengembang aplikasi untuk memberikan penjelasan langsung terkait berbagai kendala yang terjadi selama proses pendaftaran.

"Hari ini saya ingin panggil yang menggunakan aplikasinya, yang membuatnya, karena ketentuan Gubernur seharusnya aplikasi tidak dibuat oleh Dinas Teknis. Aplikasi itu harus dibuat oleh Diskominfo atau terintegrasi oleh Diskominfo," kata Dedi.

Dari hasil peninjauan sementara, Dedi menduga permasalahan muncul karena aplikasi SPMB dibangun dari awal, bukan mengembangkan sistem yang telah tersedia sebelumnya.

"Kalau saya melihat problemnya tadi sederhana. Seharusnya fitur yang sudah ada itu tinggal disempurnakan. Tetapi kalau saya melihat tadi bahwa dia membuat aplikasinya dari nol," tuturnya.

Dedi menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengembangan aplikasi SPMB tahun ini. Evaluasi tersebut mencakup proses pembuatan aplikasi, pihak yang terlibat dalam pengembangannya, hingga faktor-faktor yang menyebabkan munculnya berbagai keluhan dari masyarakat.

"Makanya saya mau panggil sekarang, ini teknis banget, nggak ada yang berat," pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.