Dedi Mulyadi Perintahkan Pembongkaran, Hibisc Fantasy Puncak Ternyata Milik BUMD Jabar
PT Jaswita Jabar tetap mempertahankan 70 persen saham, sementara 30 persen sisanya, yang sebelumnya dimiliki oleh PT Lestari Abadi Mandiri dan PT Anugrah Jaya Agung, kini beralih ke PT Bajo Tirta Juara.
Dalam pengelolaan Hibisc Fantasy Puncak, PT JLJ bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN 8) dan didukung oleh PT Laksmana, sebuah perusahaan asal Semarang, Jawa Tengah.
Posisi Direktur Utama JLJ dijabat oleh Ridha Wirahman, sedangkan Angga Syafriel Prasetyo Latief menjabat sebagai direktur operasional.
Di sisi lain, Hendra Guntara dan Himawan berperan sebagai Komisaris JLJ.
PT Jaswita Jabar memiliki berbagai lini bisnis yang cukup luas, baik secara langsung maupun melalui anak usahanya. Selain PT JLJ, terdapat juga PT Jaswita Bumi Persada.
Beberapa unit bisnis yang dikelola oleh PT Jaswita Jabar meliputi pengelolaan Waduk Darma, Gedung De Majestic, Pasar Kreatif Jawa Barat, Pondok Seni Pengandaran, serta layanan bengkel dan pencucian mobil bernama MobileCare yang beroperasi di Bogor dan Bandung.
Selain itu, perusahaan ini terlibat dalam pengelolaan sejumlah hotel bersama mitranya, seperti Grand Hotel Preanger, Hotel Aryaduta Bandung, Hotel Salak Bogor, Hotel Perdana Wisata, dan Restoran Rindu Alam. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!