Dedi Mulyadi: Generasi Muda Indonesia Terpapar Digital, Risiko Lost Generation Meningkat
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 14 Mei 2025 | 10:30 WIB
VISI.NEWS | PURWAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kekhawatirannya akan potensi terjadinya lost generation di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. Ia menyoroti dominasi digital yang semakin menguasai kehidupan generasi muda, mulai dari anak-anak hingga remaja, terutama dalam bentuk kecanduan game online dan penggunaan gawai secara berlebihan.
"Saya khawatir ada lost generation, secara fisik lemah, badannya tidak sehat, secara otak lemah karena dia sudah terpapar," ujar Dedi saat menghadiri kegiatan sosialisasi Peraturan Pemerintah tentang Tunas dan Literasi Digital di SMA Negeri 2 Purwakarta, bersama Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, Rabu (14/5/2025).
Dedi mengungkapkan, meski ruang digital memiliki sisi positif bagi mereka yang memanfaatkannya secara produktif, seperti dalam aktivitas ekonomi, namun dampaknya terhadap anak-anak yang menggunakannya tanpa kontrol justru sangat mengkhawatirkan.
Ia bahkan menyebutkan bahwa Indonesia berisiko tertinggal dari negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang secara serius membentuk karakter dan fisik generasi mudanya. Menurut Dedi, anak-anak di Tiongkok misalnya, terbiasa berjalan kaki ke sekolah dan dilatih fisik serta mental sejak dini.
Ia menegaskan kalau tidak siap, kekayaan alam Indonesia seperti mineral dan kelautan bisa saja dikuasai bangsa lain. Karena generasi mudanya sibuk dengan game dan mabuk obat keras.
Dedi juga menyoroti pentingnya melatih otak anak-anak dengan kegiatan manual seperti berhitung, menggambar menggunakan alat, hingga berjalan kaki ke sekolah sebagai bentuk pembiasaan disiplin dan kemandirian.
Ia menambahkan, sejumlah remaja yang saat ini mengikuti pendidikan khusus di Jawa Barat, termasuk 39 orang di Purwakarta, tidak hanya karena kasus tawuran atau penyalahgunaan obat, tetapi juga akibat kecanduan digital yang ekstrem.
Bahkan, ada kasus di mana remaja berani melawan orang tua hingga kakeknya hanya karena dilarang bermain game. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!