Dede Farhan Beri Pelatihan Keterampilan Pengelolaan Informasi dan Publikasi Media di Polda Jabar
Dalam pelatihan ini, Dede memulai paparan dengan memberikan penjelasan mulai dari tantangan dan peran strategis humas di era revolusi industri 4.0. Mengingat karakter industri 4.0 Internet of things, 3D printing, AR (augmented reality), VR (virtual reality), cloud computing, big data, block chain, dan lain – lain, maka Humas Polri dipandang perlu untuk terus memperkuat SDM yang memahami dan menguasai Artificial Intelligence (AI). Infrastruktur, suprastruktur, dan tata kelolanya juga mesti mengalami penyesuaian agar sejalan dengan semangat Internet of Things. Juga dijelaskan model – model kampanye kehumasan seperti, Press Agentry / Publicity (Propaganda), Public Information (Diseminasi informasi), Two Way Asymetric (Persuasi ilmiah), dan Two Way Symetric (Mutual Understanding).
Selanjutnya Dede juga menjelaskan tentang Electronic Public Relations (E-PR) atau disebut juga Cyber Public Relations yang pada prinsipnya menjelaskan tentang menjalankan fungsi kehumasan dengan menggunakan media internet sebagai sarana publisitasnya. Instrumen tersebut bisa digunakan dalam strategi membangun citra organisasi yang konstruktif guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri secara efektif. Baik melalui The mirror image, The current image, The wish image dan The multiple image.
Kemudian ditambahkan dengan uraian secara rinci terkait pentingnya optimalisasi pemanfaatan ruang dan teknologi media sosial dalam menjangkau publik secara lebih luas. Termasuk model penyusupan kekuatan visual berupa infografis, foto atau video guna menarik atensi publik terhadap substansi pesan yang ingin disampaikan.
Tidak lupa dilatihkan (praktek langsung) cara membuat press release yang berbasis pada gaya jurnalisitik yang memiliki nilai berita (news value ), signifikan (penting) dan berharga sebagai berita (news worthy). Praktek penulisan ini seperti halnya seorang wartawan yang menulis berita langsung (straight news) dengan gaya piramida terbalik (inverted pyramid). Dimulai dengan membuat lead / teras berita / kepala berita sebagai paragraf pertama yang mengandung unsur 5W +1H +2P.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!