Dede Farhan Aulawi Perkuat Intelijen Medik Respon Potensi Ancaman Senjata Biologi
Selanjutnya Dede juga menjelaskan bahwa saat ini, intensitas ancaman dari sumber daya hayati semakin meningkat dengan kemajuan di bidang rekayasa genetika, teknologi nuklir, biologi-khusus bioteknologi, dan kimia. Kekhawatiran ini terjadi apabila sumber daya hayati dimanfaatkan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggungjawab dan digunakan sebagai senjata biologi (bioweapons), bioterorism dan lain-lain. Karena senjata biologi tidak hanya digunakan untuk perang tetapi juga dapat digunakan tujuan terorisme. Keunggulan senjata biologi adalah kemampuan produksi yang tinggi, kemudahan penyimpanan, potensi proliferasi, kesulitan untuk melacak individu atau kelompok yang menggunakannya.
Dalam konteks ini, katanya, Indonesia selalu turut aktif mengikuti perkembangan tentang penggunaan senjata biologi Internasional sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB No.1540 Tahun 2004 khususnya dalam rangka mencegah proriferasi, Weapon of Mass Destruction (Chemical, Biological Radiological, Nuclear) dan penggunaannya oleh aktor non negara (non state actor). Dalam konteks ini maka semua pengemban fungsi intelijen diharapkan mampu secara efektif melakukan tugas pendeteksian dini, identifikasi,dan analisis dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata terhadap keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara serta peluang yang ada bagi kepentingan dan keamanan nasional.
Sementara saat berdiskusis terkait dengan intelijen medik, ditekankan pentingnya penguatan kompetensi dan SDM intelijen dalam menghadapi potensi ancaman penggunaan senjata biologis sebagai instrumen agresi yang bisa mengancam keamanan negara. Di Indonesia istilah ini belum dikenal banyak oleh masyarakat, dan kelihatannya seperti tidak nyambung. Padahal di luar hal tersebut sudah dilakukan sejak lama, misalnya saja bagaimana Pasukan Elit Israel bernama Sayeret Matkal bertugas mengamankan data pasien Covid-19. Lalu intelijen Mossad Israel bertugas menyediakan fasilitas kesehatan dan medis guna mengatasi pandemi Covid-19.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!