Dede Farhan Aulawi Aktif Lakukan Diplomasi Internasional Melalui Pendekatan Wisata Budaya
Diskusi santai sambil wisata budaya, jalan – jalan ke desa, hutan dan perbukitan yang memiliki nilai – nilai budaya masyarakat setempat ini semakin asyik dan melebar kearah yang lebih luas. Misalnya menyangkut dampak perubahan iklim, gelombang panas, dan berbagai fenomena masa depan dengan merujuk pada berbagai indikator kemajuan peradaban. Juga munculnya berbagai gagasan inovatif tentang ekologi, ekonomi, dan subjek strategis lainnya.
Menarik juga, kata Dede Farhan, merenungkan ungkapan Fredric Jameson, yang mengatakan bahwa "Lebih mudah membayangkan akhir dunia daripada membayangkan akhir kapitalisme". Ungkapan spontan ini sepertinya ringan sekali untuk diungkapkan, namun memiliki bobot pemikiran yang serius ketika memiliki keinginan untuk menyudahi kapitalisme yang semakin menggerogoti peradaban, nilai kemanusian, keserakahan, dan karakter bisnis monopolistic yang hanya dinikmati oleh segelintir orang. Sementara sebagian besar umat manusia lainnya hanya dieksploitasi seperti budak di era kolonialisme. Diskusi santai ini, pada akhirnya melahirkan sebuah pemikiran dan komitmen kolektif dalam merekonstruksi sebuah jembatan menuju masa depan ketika dampak perubahan iklim dimitigasi dan kepunahan Holosen dihentikan.
@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!