Dede Farhan Aulawi Aktif Lakukan Diplomasi Internasional Melalui Pendekatan Wisata Budaya

ED
Senin, 1 Januari 2024 | 15:05 WIB
Bagikan
Dede Farhan Aulawi Aktif Lakukan Diplomasi Internasional Melalui Pendekatan Wisata Budaya

Selanjutnya mengunjungi Lemo, kuburan yang dibuat di bukit batu. Di bukit ini terdapat sekitar 75 lubang kuburan dan tiap lubangnya merupakan kuburan satu keluarga. Terakhir berkunjung ke Kuburan Bayi Kambira, dimana tempat ini merupakan permakaman bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi. Jenazah bayi yang masih dianggap suci dikuburkan di dalam sebuah lubang yang dibuat di pohon tarra, karena pohon ini memiliki banyak getah yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu.

“Diplomasi informal di tingkat internasional bisa dilakukan melalui banyak saluran, dan salah satu saluran yang dirasa paling nyaman adalah melalui Diplomasi Wisata Budaya. Tanpa sekat aturan formal, tanpa mengikuti ketentuan protokoler, tetapi pesan – pesan yang disampaikan dalam diskusi nyantai ini terasa lebih mengena meskipun disampaikan dalam gaya yang non formal sambal bersanda atau agak serius, “ ujar Dede Farhan Aulawi kepada VISI.NEWS, Senin (1/1/2024).

Beberapa subjek pembahasan strategis yang disampaikan menyangkut pembangunan berkelanjutan, yaitu berbagai upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Termasuk hilirisasi, digitalisasi, dan green economy.

Hilirisasi dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki dan mengolah lebih lanjut di dalam negeri. Digitalisasi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh semua sektor. Sementara green economy akan mendatangkan bisnis baru di Indonesia dan juga di dunia, melalui permulaan dalam memulai pasar karbon.

Sementara di bidang IT, dipandang perlunya melakukan percepatan realisasi pembangunan pita lebar (broadband) melalui implementasi 4G dan peningkatan efesiensi industri. Termasuk program Cyber Security dan Governance, seperti pelaksanaan e-Governance dan e-Commerce. Juga program Government Public Relations (GPR), di bidang Pertanian, Energy, Kemaritiman, Pariwisata, Infrastruktur, Perbatasan dan Pengembangan SDM.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.