DBS Rombak Pimpinan, Tiga Eksekutif Internal Naik Jabatan

ED
PN
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS — DBS mengumumkan sejumlah perubahan jajaran pimpinan senior di kawasan Asia. Tiga eksekutif yang telah berkarier di internal bank tersebut akan menempati posisi strategis di Hong Kong, Taiwan, dan Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

Penunjukan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rencana suksesi kepemimpinan sekaligus mencerminkan komitmen DBS dalam mengembangkan talenta dari dalam organisasi. Seluruh perubahan jabatan tersebut tetap tunduk pada persyaratan dan persetujuan regulator yang berlaku.

Perubahan kepemimpinan ini diawali dengan keputusan Sebastian Paredes, Head of North Asia sekaligus CEO DBS Hong Kong, untuk mengakhiri masa tugas eksekutifnya dan memasuki masa pensiun efektif 1 Maret 2027. Setelah pensiun, Paredes tetap akan mendukung DBS sebagai Senior Advisor.

Sebagai bagian dari proses suksesi, Ng Sier Han yang saat ini menjabat CEO DBS Taiwan akan ditunjuk sebagai CEO DBS Hong Kong mulai 1 Maret 2027.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong akan dipercaya menjadi CEO DBS Taiwan efektif 1 Januari 2027.

Posisi Presiden Direktur DBS Indonesia selanjutnya akan diisi Adrian Chai, Managing Director di Institutional Banking Group (IBG) yang selama ini menangani sejumlah sektor industri strategis. Chai dijadwalkan mulai memimpin DBS Indonesia pada 1 Desember 2026.

Perubahan tersebut membuat tiga pasar penting DBS di Asia—Hong Kong, Taiwan, dan Indonesia—akan dipimpin oleh eksekutif yang memiliki pengalaman panjang di dalam organisasi.

Paredes telah memimpin DBS Hong Kong sejak September 2010. Selain itu, sejak April 2023 ia dipercaya sebagai Chairman DBS China dan bertanggung jawab atas bisnis DBS di kawasan Asia Utara yang mencakup Hong Kong, Tiongkok Daratan, dan Taiwan.

Selama 16 tahun masa kepemimpinannya, Paredes membawa DBS Hong Kong melewati berbagai transformasi strategis sekaligus memperkuat posisi bank tersebut di pasar Hong Kong.

Kinerja bisnis DBS Hong Kong di bawah kepemimpinannya mencapai salah satu tonggak penting pada 2025. DBS Hong Kong membukukan laba bersih tertinggi sebesar 1,61 miliar dolar Singapura.

Di bawah kepemimpinan Paredes, DBS Hong Kong juga memperoleh sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan Best International Bank in Hong Kong dari FinanceAsia dan penghargaan Bank of the Year dari Bloomberg Businessweek yang diraih selama lima tahun berturut-turut pada 2022 hingga 2026.

Tidak hanya Hong Kong, bisnis DBS di kawasan Greater China di luar Hong Kong juga mencatatkan kinerja kuat. Bisnis tersebut membukukan laba bersih tertinggi sebesar 791 juta dolar Singapura pada 2025.

Tongkat estafet kepemimpinan DBS Hong Kong kemudian akan diberikan kepada Ng Sier Han. Ia telah menjabat sebagai CEO DBS Taiwan sejak 2023 dan memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di DBS.

Salah satu pencapaian penting Ng adalah memimpin integrasi bisnis konsumer Citi di Taiwan. Integrasi tersebut memperkuat posisi DBS hingga menjadi bank asing terbesar di Taiwan.

Di bawah kepemimpinannya, DBS Taiwan mencatatkan laba bersih rekor sebesar 410 juta dolar Singapura pada 2025. Kinerja tersebut turut memperkuat posisi DBS di pasar Taiwan.

DBS Taiwan juga memperoleh pengakuan internasional. Euromoney menobatkannya sebagai Best International Bank in Taiwan selama dua tahun berturut-turut pada 2025 dan 2026.

Karier Ng di DBS dimulai pada 2004 melalui program Management Associate. Sejak saat itu, ia menduduki berbagai posisi penting di bank, termasuk sebagai Head of Financial Institutions Group, sebelum kemudian dipercaya memimpin bisnis DBS di Taiwan.

Dengan pengalaman tersebut, Ng akan membawa pengalamannya di Taiwan untuk memimpin bisnis DBS Hong Kong mulai Maret 2027.

Sementara itu, Lim Chu Chong akan meninggalkan posisi Presiden Direktur DBS Indonesia yang telah diembannya sejak Agustus 2022 untuk mengambil tanggung jawab baru sebagai CEO DBS Taiwan.

Selama memimpin DBS Indonesia, Lim mengawal pertumbuhan bisnis bank di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Pada 2025, DBS Indonesia mencatat pertumbuhan laba bersih dua digit.

Di bawah kepemimpinannya, DBS Indonesia juga memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama di segmen institutional banking. Bank tersebut sekaligus memperluas perannya dalam pembiayaan berkelanjutan atau sustainable finance dan mengembangkan bisnis wealth management.

Kinerja digital DBS Indonesia juga mendapatkan pengakuan. Euromoney memberikan penghargaan Indonesia's Best Digital Bank for Large Corporates pada 2025.

Lim memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri perbankan. Kariernya mencakup berbagai bidang, mulai dari institutional banking, perbankan usaha kecil dan menengah (SME), hingga perbankan konsumer.

Sebelum menjadi Presiden Direktur DBS Indonesia, Lim pernah mengemban posisi Chief Operating Officer Institutional Banking Group serta Head of DBS Institutional Banking Group China.

Pengalamannya tersebut akan menjadi modal ketika ia mengambil alih kepemimpinan DBS Taiwan pada awal 2027.

Adapun posisi yang ditinggalkan Lim di Indonesia akan diisi Adrian Chai. Chai saat ini merupakan Managing Director di Institutional Banking Group dan menangani sejumlah sektor industri strategis.

Selama berkarier di DBS, Chai memiliki peran penting dalam memperkuat bisnis IBG di sektor otomotif, pangan dan agribisnis, serta logam dan pertambangan.

Pengalaman tersebut turut menempatkan DBS sebagai mitra perbankan bagi sejumlah perusahaan multinasional terkemuka di Asia.

Pada 2023, Chai memimpin pembentukan IBG Foreign Direct Investment Desk. Unit tersebut dibentuk untuk menangkap peluang dari meningkatnya arus investasi asing yang masuk ke Singapura dan kawasan ASEAN.

Sebelumnya, Chai juga pernah menjabat sebagai Head of Large Corporates, DBS China, pada periode 2013 hingga 2018. Pengalaman di China dan dalam menangani perusahaan besar menjadi bagian dari rekam jejak yang akan dibawanya ketika memimpin DBS Indonesia.

CEO DBS Tan Su Shan mengatakan Paredes memiliki peran penting dalam mengubah DBS Hong Kong menjadi salah satu bisnis perbankan terkemuka selama 16 tahun terakhir.

Menurut Tan, kepemimpinan Paredes tidak hanya memperkuat bisnis DBS di Hong Kong, tetapi juga membantu memperkuat posisi bank di kawasan Asia Utara.

“Selama 16 tahun terakhir, Sebastian telah memainkan peran penting dalam mentransformasi DBS Hong Kong menjadi salah satu waralaba perbankan terdepan,” ujar Tan.

Ia menilai visi strategis Paredes telah membantu DBS memperkuat hubungan dengan nasabah sekaligus membangun budaya inovasi di dalam organisasi.

Tan juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Paredes kepada DBS, nasabah, dan karyawan. Meski baru secara resmi menyerahkan kepemimpinan pada Maret tahun depan, persiapan suksesi telah dilakukan lebih awal untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan.

Di sisi lain, Tan menyebut rangkaian penunjukan tersebut menunjukkan kekuatan jajaran kepemimpinan internal DBS.

Menurut dia, penunjukan Ng, Lim, dan Chai menjadi bagian dari strategi bank untuk memanfaatkan pengalaman para pemimpin yang telah memahami budaya, organisasi, dan bisnis DBS dari dalam.

“Saya sangat senang karena, sebagai bukti kuatnya jajaran kepemimpinan yang kami miliki, kami dapat menunjuk suksesor Sebastian serta melakukan sejumlah penunjukan pemimpin senior lainnya dari internal DBS,” kata Tan.

Tan menilai ketiga eksekutif tersebut memiliki pengalaman panjang, hubungan yang kuat dengan nasabah, serta rekam jejak dalam menghasilkan kinerja bisnis.

“Sier Han, Chu Chong, dan Adrian adalah pemimpin DBS yang berpengalaman, memiliki pemahaman mendalam tentang organisasi, hubungan yang kuat dengan nasabah, serta rekam jejak yang terbukti dalam memberikan hasil,” ujarnya.

Ia berharap ketiganya dapat melanjutkan momentum pertumbuhan DBS sekaligus memperkuat posisi bank di masing-masing pasar.

Rangkaian pergantian ini juga memperlihatkan pola suksesi yang relatif terencana di DBS. Alih-alih mengandalkan perekrutan dari luar organisasi, bank memilih sejumlah eksekutif yang telah memiliki pengalaman panjang di internal untuk mengisi posisi strategis.

Dengan perpindahan tersebut, pengalaman kepemimpinan di tiga pasar Asia dapat saling terhubung. Ng membawa pengalaman mengelola bisnis Taiwan ke Hong Kong, Lim membawa pengalaman lebih dari tiga dekade di perbankan dan pengalamannya memimpin Indonesia ke Taiwan, sedangkan Chai membawa pengalaman institutional banking dan penanganan investasi asing untuk memimpin DBS Indonesia.

Bagi DBS Indonesia, pergantian kepemimpinan tersebut akan menjadi babak baru setelah lebih dari empat tahun Lim memimpin bank di Indonesia. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan bisnis, memperkuat institutional banking, memperluas sustainable finance dan wealth management, serta menjaga momentum transformasi digital.

Sementara bagi DBS Hong Kong dan Taiwan, perubahan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan strategi setelah kedua bisnis mencatatkan kinerja kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan tiga penunjukan tersebut, DBS berupaya memastikan perubahan kepemimpinan tidak mengganggu kesinambungan bisnis. Proses transisi juga memberikan waktu bagi masing-masing pemimpin untuk mempersiapkan tanggung jawab baru sebelum efektif sepenuhnya pada akhir 2026 hingga awal 2027.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.