Data Akamai Mengungkap Lonjakan Serangan Siber yang Didorong Aktivitas Belanja Daring saat Musim Liburan
Di Jepang, riset Akamai menemukan lonjakan 150% dalam aktivitas botnet berbahaya di sektor ritel negara tersebut pada saat Tahun Baru, tepatnya pada awal Januari 2022. Serangan siber ini bertahan hingga beberapa minggu setelah liburan selesai, bahkan menggunakan pola serangan yang hampir serupa dengan aksi yang terjadi di Tiongkok.
Meski lonjakan serangan siber juga berlangsung pada puncak penggunaan internet ketika liburan akhir tahun di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, serta Amerika Serikat--Tiongkok dan Jepang menjadi dua sasaran empuk bagi pelaku serangan siber mengingat tingginya volume penggunaan internet: peritel dan pelaku eCommerce di kedua negara ini melayani salah satu jumlah penduduk terbesar di dunia.
Para periset Akamai memantau dan mengkaji data serangan botnet berbahaya di Asia Pasifik selama musim liburan, dari akhir 2021 hingga awal 2022. Akamai memantau bot yang tidak berbahaya dan berbahaya dalam arus penggunaan internet sepanjang tahun. Tujuannya adalah membongkar pola aktivitas botnet agar tim keamanan siber memperoleh data yang dapat ditindaklanjuti dalam pertahanan siber.@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!