Soroti Darurat Sampah dan Abrasi Pantai di Bali, Mori Hanafi: Pariwisata Bali Terancam
Rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah organik di Klungkung dengan nilai investasi sekitar Rp400 miliar turut menjadi sorotan. Mori mempertanyakan waktu penyelesaian proyek tersebut di tengah kondisi darurat saat ini.
Ia juga menyoroti kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dinilai masih sangat terbatas, yakni hanya mampu mengolah sekitar 120 ton per hari.
“Kalau produksi sampah mencapai 1.500 ton per hari, tentu dibutuhkan lebih banyak fasilitas. Tidak cukup hanya revitalisasi yang ada,†katanya.
Selain sampah, masalah abrasi juga masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah pesisir Bali. Mori menyinggung kondisi di Nusa Penida yang mengalami kerusakan parah.
“Garis pantai hilang, infrastruktur rusak, lahan pertanian tergerus. Ini harus segera ditangani,†ujarnya.
Ia juga meminta kejelasan data terkait penanganan 115 kilometer garis pantai yang disebut sedang dalam proses perbaikan oleh pemerintah.
Mori mengingatkan bahwa Bali merupakan tulang punggung pariwisata nasional dengan kontribusi besar terhadap perekonomian. Ia memperingatkan ancaman dari negara pesaing seperti Vietnam yang terus mengembangkan sektor pariwisatanya.
“Kalau Bali rusak, dampaknya bukan hanya daerah, tapi nasional. Kontribusi pariwisata Bali sangat besar,†katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!