Soroti Darurat Sampah dan Abrasi Pantai di Bali, Mori Hanafi: Pariwisata Bali Terancam
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, menyoroti serius persoalan sampah dan abrasi pantai di Bali dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Provinsi Bali, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, kondisi pantai terutama di kawasan wisata seperti Pantai Kuta kini tidak hanya menghadapi ancaman abrasi, tetapi juga persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Mori menegaskan bahwa di beberapa titik, abrasi bukan menjadi masalah utama. Namun, penumpukan sampah justru membuat wisatawan enggan berkunjung.
“Bukan abrasi saja, tapi sampah di pantai sudah keterlaluan. Wisatawan sudah mulai enggan datang,†ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar sampah laut berasal dari aliran sungai. Kondisi ini diperparah dengan penutupan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS), yang menyebabkan masyarakat membakar atau membuang sampah langsung ke sungai.
Data yang disampaikan dalam rapat menunjukkan adanya ketimpangan dalam pengelolaan sampah di Bali. Produksi sampah diperkirakan mencapai sekitar 1.500 ton per hari, sementara secara tahunan totalnya mencapai 664 ribu ton.
Namun, baru sekitar 64 persen yang dapat ditangani. Artinya, lebih dari 35 persen sampah belum terkelola dengan baik dan berpotensi mencemari lingkungan, termasuk pantai-pantai wisata.
“Ini bukan persoalan kecil. Sampah yang tidak tertangani akhirnya kembali ke pantai dan merusak citra pariwisata Bali,†tegas Mori.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!