Dari Sampah Ke Gaya: Perjalanan Pakaian Bekas di Mata Pedagang Thrift

Desi Rossilawati
Selasa, 4 Februari 2025 | 10:20 WIB
Bagikan
Dari Sampah Ke Gaya: Perjalanan Pakaian Bekas di Mata Pedagang Thrift

Seorang pedagang pakaian bekas impor di Bandung mengungkapkan kebingungannya terkait kebijakan ini.

"Ya gimana, ini (pakaian bekas impor) kan sudah lama berjalannya, kita pun sebagai pedagang jadi bingung, kenapa selama ini dibiarin," ujar Bapak Ian (72), seorang pedagang pakaian bekas di Pasar Cimol Gedebage.

"Kita juga mengerti maksud dari pemerintah, tapi kok selama ini dibiarin, jadinya termasuk pembiaran, kan? Kenapa enggak dari dulu? Jadi sekarang gimana solusinya?," lanjutnya.

Pemberitaan mengenai larangan thrifting sempat ramai di awal-awal kebijakan ini diberlakukan. Namun, seiring berjalannya waktu, pemberitaan tersebut mulai menurun. Meski demikian, para pedagang masih merasa resah dan tidak aman dalam berdagang.

"Iya, waktu dulu pas 2023 sempat ramai sekali, tetapi sekarang berita mengenai ini sudah tidak saya temukan lagi," lanjut pedagang tersebut.

"Kita, ya namanya pedagang, dilarang ya enggak senanglah. Tetapi kita mengerti maksud dari pemerintah, cuma ya kenapa enggak dari dulu?," sambungnya.

Masa Depan Bisnis Thrifting di Indonesia

Perjalanan pakaian bekas yang awalnya dianggap sebagai barang sisa kini telah berubah menjadi bagian dari gaya hidup yang digemari banyak orang, termasuk pedagang di pasar thrifting Gedebage. Para pedagang, yang sebelumnya hanya mengandalkan pasar tradisional, kini menghadapi tantangan baru dengan berkembangnya e-commerce yang membuat barang bekas lebih mudah diakses dari mana saja.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.