Dari Sampah Ke Gaya: Perjalanan Pakaian Bekas di Mata Pedagang Thrift

Desi Rossilawati
Selasa, 4 Februari 2025 | 10:20 WIB
Bagikan
Dari Sampah Ke Gaya: Perjalanan Pakaian Bekas di Mata Pedagang Thrift

"Kadang dapat barang bagus, kadang juga banyak yang rusak. Isian tuh bal tergantung harga bal-nya juga" katanya.

Selain pemasok besar, ada juga pedagang yang hanya menjual barang barang bekas dari bal-balan.

"Saya biasa langsung beli satu bal. Lebih murah soalnya dibanding beli satu satu, tapi ya kualitasnya random" ujar MY (20), pemilik toko thrift di Gedebage.

Antara Keuntungan dan Tantangan

Mayoritas pedagang di pasar ini menjual pakaian bekas impor, yang saat ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat. Bisnis ini dianggap menguntungkan bagi pedagang karena mendapatkan barang dengan harga murah, sementara pembeli bisa mendapatkan pakaian bermerek dengan harga terjangkau.

Namun, pemerintah melarang kegiatan thrifting karena dianggap merugikan industri tekstil dalam negeri. Larangan ini berujung menjadi tantangan bagi para pedagangan Pasar Cimol Gedebage dikarenakan membuat para pedagang menjadi was-was.

Meski demikian, para pedagang tetap menjalankan aktivitas berdagang seperti biasanya dan mulai melakukan kegiatan berdagang seterusnya.

"Iya, waktu itu terdapat razia besar-besaran. Tapi ya, kalau yang eceran seperti kami ini tidak masalah. Sekarang yang kena itu yang punya gudang besar," ujar Bapak Ian (72), seorang pedagang pakaian bekas di Pasar Cimol Gedebage, Kamis (29/1/2025).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.