Dari Ruang Kongres ke Truth Social: Ketegangan Trump dan Dua Legislator Muslim Memanas
VISI.NEWS | BANDUNG – Pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat di Gedung Kongres, Selasa (24/2/2026) malam waktu setempat, berubah menjadi panggung ketegangan politik setelah dua legislator Partai Demokrat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, meneriakkan protes terkait kebijakan imigrasi dan kinerja aparat Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Insiden itu langsung berbuntut panjang di media sosial, ketika Presiden Donald Trump melontarkan serangan balik bernada keras melalui platform miliknya, Truth Social.
Di tengah jalannya pidato, Omar dan Tlaib berdiri dan meneriakkan protes yang menyoroti dugaan kematian warga Amerika Serikat di tangan aparat ICE. “Anda telah membunuh warga Amerika!” teriak Omar, menyela suasana formal sidang gabungan tersebut. Aksi itu memicu riuh di ruang sidang dan menjadi salah satu momen paling disorot malam itu.
Tak lama berselang, Trump meluapkan kemarahannya lewat unggahan di Truth Social. Ia menyebut kedua legislator perempuan itu “ber-IQ rendah” dan bahkan mengatakan mereka “harus dirawat di rumah sakit jiwa.” Dalam pernyataannya, Trump juga menulis bahwa mereka memiliki “mata melotot dan merah seperti orang gila, sakit jiwa dan tidak waras,” saat berteriak selama pidato berlangsung.
“Ketika orang dapat berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah Politisi yang Curang dan Korup, sangat buruk bagi Negara kita, kita harus mengirim mereka kembali ke tempat asal mereka - secepat mungkin,” tulis Trump.
“Mereka hanya bisa merusak Amerika Serikat, mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk membantunya,” imbuhnya, seperti dilaporkan NBC News.
Pernyataan “kembali ke tempat asal” kembali memantik kontroversi lama. Omar adalah legislator kelahiran Somalia yang telah hampir 30 tahun menjadi warga negara Amerika Serikat secara sah. Sementara Tlaib merupakan warga Palestina-Amerika yang lahir di Detroit, Michigan. Secara hukum, keduanya tidak memenuhi syarat untuk dideportasi.
Ketegangan juga meluas ketika Trump menyeret nama aktor peraih Academy Award, Robert De Niro, yang sebelumnya mengkritik dirinya dalam acara “State of the Swamp” yang digelar Partai Demokrat di Washington pada malam yang sama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!