Dari Ruang Kelas ke Ruang Pemeriksaan, Tragedi Molotov di SMP Sungai Raya Ungkap Tekanan Mental Siswa
“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community,” ujar Mayndra.
Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku diduga pernah menjadi korban perundungan di sekolah. Kondisi tersebut disebut memicu dorongan balas dendam yang kemudian dilampiaskan melalui aksi kekerasan.
“Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” kata Mayndra.
Penyidik juga menemukan adanya tulisan nama-nama pelaku kekerasan luar negeri pada tas milik siswa tersebut. Nama-nama itu, menurut kepolisian, kerap dijadikan simbol dalam komunitas ekstrem di internet.
“Nama-nama yang tertera adalah pelaku penembakan massal dan sering dijadikan referensi di komunitas ekstrem online,” kata Mayndra.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya pengawasan terhadap kesehatan mental anak dan lingkungan pergaulan, baik di dunia nyata maupun digital. Aparat menegaskan proses hukum tetap berjalan, namun upaya pemulihan psikologis dan pencegahan kejadian serupa menjadi fokus utama agar tragedi di lingkungan pendidikan tidak terulang kembali. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!