DARI PONPES KE PONPES | K.H. Ali Imron Pendiri Pondok Pesantren Al-Istiqomah Pacet
Hal ini bisa kita telaah dari apa yang ia lakukan, dengan terus melakukan terobosan tak biasa pada masanya, meski hal yang tak lazim sebetulnya pada masa itu.
K.H. Ali Imron, ia telah mampu menangkap gerak zaman, visi jauh melampaui pandangan manusia biasa pada masa itu, dengan pembuktian, ia terus berinovasi, di tahun 1967, puncak dari prestasi, pemikiran, kiprah yang revolusioner dari K.H. Ali Imron.
Karena gairahnya yang luar biasa, semangatnya yang membara, tahun 1967, ia berhasil mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah Filial (kelas jauh) yang bekerjasama dengan IAIN sekarang UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
KH Ali Imron, wajar jadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung, karena jasanya, semangatnya itu.
Karakter K.H. Ali Imron
K.H. Ali Imron sebagai seorang tokoh pendidik, figur ulama, dan tokoh masyarakat, seorang yang memiliki karakter santun, lembut, ramah, murah senyum, familiar, tegas, berprinsip, pemberani, humoris, bijaksana, dan tentunya seorang pemikir hebat.
KH Ali Imron juga merupakan kiai yang sangat suka membangun hubungan baik dengan banyak tokoh lintas agama. Ini menyiratkan bahwa ia sosok yang penuh keberkahan dan memiliki semangat keterbukaan, rasa cinta pada sesama, dan juga toleransi.
Hal ini diungkapkan oleh Kiai Maman Imanulhaq yang sekarang sudah menjadi tokoh politik nasional. Dahulunya ia santrinya K.H. Ali Imron saat di Pesantren Baitul Arqom. Berbicara tentang sosok KH Ali Imron, Kiai Maman mengutip pembicaraan Gus Dur, mengenainya. Gus Dur, pernah mengatakan kepadanya : “..Kiai Maman, ada seorang ulama besar di daerah Bandung, yang mumpuni keilmuanya, tapi tetap tawadhu dan tidak pernah mau menonjolkan diri, tidak haus kekuasaan, beliau adalah KH Ali Imron dari Lemburawi". Yaa seperti itulah karakter KH Ali Imron yang sampai Gus Dur pun mengenali karakternya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!