DARI PONPES KE PONPES | K.H. Ali Imron Pendiri Pondok Pesantren Al-Istiqomah Pacet
- Selama bulan Ramadan 1444 H ini, InsyaAllah akan hadir tulisan-tulisan dari Bambang Melga Suprayogi, M.Sn., yang mengunjungi beberapa pondok pesantren di Jawa Barat. Tulisan mengupas profil pesantren dan kiai sepuhnya, proses pendidikan dan amaliah yang biasa mereka jalankan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
KALI INI penulis berada di Pondok Pesantren Al -Istiqomah, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Pesantren ini berjarak beberapa puluh meter dari pertigaan Maruyung Pacet, memasuki jalan kecil yang hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat, dengan terlebih dahulu harus melewati perkampungan penduduk setempat, hingga setelah 100 meter lebih, maka akan sampailah kita pada Pesantren Al-Istiqomah ini. Lokasi lengkapnya, Maruyung Kidul 04/02, Jln. Raya Pacet Km. 08 Ciparay Kabupaten Bandung.
Pondok Pesantren Al-Istiqomah merupakan salah satu pesantren yang berkembang dan cukup dikenal di wilayah Kabupaten Bandung, bahkan Jawa barat.
Pondok Pesantren Al-Istiqomah ini didirikan oleh Almaghfurlah K.H. Ali Imron pada tanggal 1 Muharram 1419, bertepatan dengan 28 April 1998. Tanggal tersebut dipilih dari hasil istikharahnya.
K.H. Ali Imron bin K.H. Muhammad Faqih, merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Arqom, Lemburawi, Kabupaten Bandung. Baitul Arqom, pesantren yang didirikan oleh ayahnya, lokasinya tidak jauh dari Pesantren Istiqomah.
Sebagai seorang pelanjut dari generasi K.H. Muhammad Faqih, ia mengabdikan dirinya di pesantren yang dirintis ayahanda tersebut, dan atas perannya yang luar biasa besar, ia berhasil merintis beberapa pengembangan pada Pesantren tersebut.
KH Ali Imron lahir pada Rabu 15 Oktober 1936, putra ke empat dari sembilan bersaudara dari pasangan Mama K.H. Muhammad Faqih dan Hj. Maryamah. Ia adalah tokoh pembaharu di dunia pendidikan, kiprahnya jika ia masih ada dan hidup di jaman sekarang, pastinya akan ia buktikan dengan membuat inovasi di bidang pendidikan yang tak biasa, dan mencengangkan.
Hal ini bisa kita telaah dari apa yang ia lakukan, dengan terus melakukan terobosan tak biasa pada masanya, meski hal yang tak lazim sebetulnya pada masa itu.
K.H. Ali Imron, ia telah mampu menangkap gerak zaman, visi jauh melampaui pandangan manusia biasa pada masa itu, dengan pembuktian, ia terus berinovasi, di tahun 1967, puncak dari prestasi, pemikiran, kiprah yang revolusioner dari K.H. Ali Imron.
Karena gairahnya yang luar biasa, semangatnya yang membara, tahun 1967, ia berhasil mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah Filial (kelas jauh) yang bekerjasama dengan IAIN sekarang UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
KH Ali Imron, wajar jadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung, karena jasanya, semangatnya itu.
Karakter K.H. Ali Imron
K.H. Ali Imron sebagai seorang tokoh pendidik, figur ulama, dan tokoh masyarakat, seorang yang memiliki karakter santun, lembut, ramah, murah senyum, familiar, tegas, berprinsip, pemberani, humoris, bijaksana, dan tentunya seorang pemikir hebat.
KH Ali Imron juga merupakan kiai yang sangat suka membangun hubungan baik dengan banyak tokoh lintas agama. Ini menyiratkan bahwa ia sosok yang penuh keberkahan dan memiliki semangat keterbukaan, rasa cinta pada sesama, dan juga toleransi.
Hal ini diungkapkan oleh Kiai Maman Imanulhaq yang sekarang sudah menjadi tokoh politik nasional. Dahulunya ia santrinya K.H. Ali Imron saat di Pesantren Baitul Arqom. Berbicara tentang sosok KH Ali Imron, Kiai Maman mengutip pembicaraan Gus Dur, mengenainya. Gus Dur, pernah mengatakan kepadanya : “..Kiai Maman, ada seorang ulama besar di daerah Bandung, yang mumpuni keilmuanya, tapi tetap tawadhu dan tidak pernah mau menonjolkan diri, tidak haus kekuasaan, beliau adalah KH Ali Imron dari Lemburawi". Yaa seperti itulah karakter KH Ali Imron yang sampai Gus Dur pun mengenali karakternya.
Amaliah
Amalan KH Ali Imron sama seperti ayahnya senang berlama-lama di masjid ketika selesai waktu salat subuh, dan baru pergi setelah mengerjakan salat dhuha, dzikir dan salat malam telah menjadi bagian dalam hidupnya.
Menyayangi para santrinya dan memberi penganyoman telah menjadikannya kiai panutan yang disayang juga oleh para santrinya ini.
Riwayat Pendidikan
Selepas mengenyam pendidikan di SR (Sekolah Rakyat) di Lemburawi, Pacet, pada tahun 1948, Kisi Ali Imran meneruskan sekolah serta mondok di Pesantren Gunung Puyuh, Sukabumi selama 3 tahun, dan mengikuti pesantren kilat (pasaran) serta meneruskan pengembaraan menambah ilmunya, dengan belajar ke Pondok Pesantren Al-Islamiyah Menes Pandeglang Banten.
Tahun 1951-1952, ia pernah tercatat sebagai salah satu mahasiswa di Akademi Bahasa Asing di Cikini Raya, Jakarta Pusat. Kemudian pada tahun 1952-1963 menjadi santri di salah satu pesantren yang sangat terkenal di Jawa Barat, yaitu Pondok Pesantren Cintawana, Singaparna.
Tahun 1998 tepatnya 28 April, K.H. Ali Imron mendirikan Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Pacet.
Pengalaman berorganisasi
K.H. Ali Imran tercatat sebagai:
- Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pacet (1976).
- Ketua MWC NU Kecamatan Pacet (1970).
- Pengurus Cabang NU Kabupaten Bandung (1972).
- Katib Syuriah PCNU Kabupaten Bandung (1979).
- Katib Syuriah PWNU Jawa Barat (1982).
- Rois Syuriah NU Kabupaten Bandung (1989-1999).
- Wakil Rois Syuriah NU Jawa Barat (1991-2001).
- Mustasysar NU Kabupaten Bandung (1999-2004).
- Ketua MUI Kabupaten Bandung (1991-1995).
- Duta BKKBN dari Indonesia bersama lima kiai ke lima negara di Timur Tengah dan kunjungan ke dua negara Eropa (1991).
- Mutasysar PWNU Jawa Barat (2001-2006).
Banyak kiprah yang telah ia torehkan sebagai bukti dari kebermanfaatan dirinya untuk agama, bangsa dan negara, serta daerahnya Lemburawi.
Pada Senin, 28 Rabiul Tsani 1426 H, tepatnya tanggal 6 juni 2005. KH Ali Imron telah menuntaskan tugasnya, berpulang ke Rahmatullah pada pukul 16.30 WIB.
Banyak yang merasa kehilangan akan sosok figur yang santun ini, beliaunya telah memberi bukti, mengamalkan seluruh hidupnya demi berjuang dijalan Allah, lewat dunia pendidikan pesantren yang ia tekuni sepanjang hidupnya. Kini kita hanya bisa membaca kisah perjuangannya, dan sebagai masyarakat kabupaten Bandung, semoga contoh dan kiprah beliaunya, akan selalu menyemangati semua perjuangan para santri pencari ilmu, dimanapun semuanya berada...
Dan kini, setelah kepergian KH Ali Imron, Pondok Pesantren Al - Istiqomah ini di pimpin oleh salah satu putranya, K.H. H. Ahmad Fauzi Imron selaku sesepuh pondok pesantren serta Dewan Asatid Pondok Pesantren Al-Istiqomah.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!