Dari Komitmen ke Aksi, NTB Perkuat Integrasi Pembangunan Rendah Karbon dalam RPJMD

Desi Rossilawati
Selasa, 10 Maret 2026 | 19:07 WIB
Bagikan
Dari Komitmen ke Aksi, NTB Perkuat Integrasi Pembangunan Rendah Karbon dalam RPJMD

“Karena itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan khususnya DPRD untuk menjadikan PRKBI bagian integral dalam RPJMD dan APBD, serta memperkuat kolaborasi multipihak agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Dialog kebijakan tersebut diawali dengan audiensi bersama DPRD Provinsi NTB untuk memperkuat dukungan legislatif terhadap integrasi PRKBI ke dalam RPJMD dan kebijakan sektoral daerah. Dukungan DPRD dinilai sangat penting untuk memastikan keberlanjutan kebijakan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Sejak penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Gubernur NTB pada (15/8/2023), berbagai langkah konkret telah dilakukan yaitu penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Daerah (RPRKBI-D), peningkatan kapasitas melalui system dynamics modelling, serta penguatan sistem pemantauan aksi melalui aplikasi AKSARA, serta pengembangan pilot project pembangunan rendah karbon.

Upaya tersebut dilaksanakan bersama Kementerian Dalam Negeri serta mitra pembangunan, khususnya UKFCDO, dalam kerangka implementasi Program LCDI periode 2023–2027.

Melalui dialog ini, pemerintah juga mendorong penetapan RPRKBI-D dalam bentuk Peraturan Gubernur agar memiliki landasan hukum yang kuat dan terintegrasi dalam RPJMD serta dokumen perencanaan sektoral lainnya. Dengan demikian, kebijakan tersebut dapat terintegrasi secara resmi dalam RPJMD dan berbagai dokumen perencanaan sektoral lainnya.

Kolaborasi multipihak antara pemerintah daerah, DPRD, sektor swasta, akademisi hingga masyarakat sipil menjadi kunci agar komitmen pembangunan rendah karbon dapat diterjemahkan menjadi aksi yang terukur dan berkelanjutan.

Dengan momentum ini, NTB diharapkan mampu mempercepat transformasi menuju pembangunan yang rendah karbon dan berketahanan iklim, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian target nasional menuju Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Emissions 2060. @IndraS

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.