Dari Jakarta ke Hong Kong, Clarrence Mae Kejar Mimpi Bisnis Global
Clarrence Mae, mahasiswa asal Indonesia, menapaki masa depan di bidang bisnis melalui program Integrated BBA di CUHK, Hong Kong. /visi.news/ist
Data program menunjukkan bahwa 89 persen mahasiswa menyelesaikan setidaknya satu program magang sebelum lulus. Sementara itu, 93 persen mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti global experiential learning.
Pengalaman tersebut menjadi penting bagi mahasiswa yang ingin memasuki dunia bisnis dengan lingkungan kerja yang semakin kompetitif dan lintas negara.
Program mentoring, partnership courses, serta penempatan magang juga disiapkan untuk membantu mahasiswa memahami kebutuhan industri yang terus berubah.
Dengan kombinasi pembelajaran akademik dan pengalaman praktis, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan analitis, tetapi juga kemampuan komunikasi serta pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek etika.
Membangun Jaringan Global
Keuntungan lain yang ditawarkan program IBBA adalah akses terhadap jaringan alumni CUHK Business School yang mencapai lebih dari 45.000 orang di berbagai negara.
Jaringan tersebut dapat menjadi modal sosial dan profesional bagi mahasiswa ketika mulai membangun karier setelah lulus.
Bagi Clarrence, kesempatan belajar di Hong Kong pada akhirnya bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Pengalaman tersebut merupakan bagian dari perjalanan untuk memahami dunia bisnis yang lebih luas, membangun jejaring internasional, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!