Dari Jakarta ke Hong Kong, Clarrence Mae Kejar Mimpi Bisnis Global

ED
PN
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:14 WIB
Bagikan
Dari Jakarta ke Hong Kong, Clarrence Mae Kejar Mimpi Bisnis Global

Clarrence Mae, mahasiswa asal Indonesia, menapaki masa depan di bidang bisnis melalui program Integrated BBA di CUHK, Hong Kong. /visi.news/ist

VISI.NEWS — Bagi Clarrence Mae, Hong Kong bukan sekadar tempat untuk menempuh pendidikan tinggi. Bagi mahasiswa asal Jakarta tersebut, kota ini merupakan pintu masuk menuju dunia bisnis global sekaligus tempat untuk membangun langkah awal menuju karier internasional.

Clarrence kini menjalani tahun pertamanya di program Integrated Bachelor of Business Administration (IBBA) di The Chinese University of Hong Kong (CUHK). Lulusan SMAK 1 BPK Penabur Jakarta itu memilih CUHK karena melihat Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan dunia yang mempertemukan berbagai negara dan peluang bisnis.

“Saya memandang Hong Kong sebagai pusat keuangan, sebuah jembatan antarnegara. Bagi seseorang yang ingin belajar bisnis internasional atau keuangan, Hong Kong adalah jawabannya,” ujar Clarrence.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rencana jangka panjangnya untuk membangun karier di bidang bisnis sebelum suatu hari kembali ke Indonesia dan membawa pengalaman yang diperolehnya di luar negeri.

Menjadikan Hong Kong sebagai Pintu Global

Ketertarikan Clarrence terhadap CUHK bermula ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah. Ia pertama kali mengenal universitas tersebut melalui pameran pendidikan yang digelar di sekolahnya.

Lingkungan kampus menjadi salah satu faktor yang membuatnya semakin yakin. Selain reputasi akademiknya, Clarrence tertarik dengan suasana kampus, bangunan, ruang terbuka hijau, serta keberagaman mahasiswa.

Ia juga melihat berbagai organisasi mahasiswa dan kegiatan yang tersedia sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri di luar ruang kelas.

“Saya jatuh cinta dengan lingkungan CUHK, bangunan, alam, dan keberagamannya. Berbagai organisasi dan kegiatan semakin meyakinkan saya. Bagi saya, CUHK sangat tepat,” katanya.

CUHK saat ini dikenal sebagai salah satu universitas terkemuka di Hong Kong dan dunia. Dalam materi yang disampaikan, universitas tersebut disebut menempati peringkat kedua di Hong Kong dan peringkat ke-18 secara global.

Bagi Clarrence, reputasi tersebut menjadi semakin menarik karena dipadukan dengan kesempatan mendapatkan pengalaman internasional di salah satu pusat ekonomi dan keuangan Asia.

Dua Beasiswa untuk Mengawali Perjalanan

Perjalanan Clarrence di CUHK juga mendapat dukungan melalui sejumlah beasiswa.

Ia menerima University Admission Scholarship dan top-up scholarship dari CUHK Business School. Selain itu, komitmennya juga mendapatkan pengakuan melalui dua beasiswa yang diberikan ketika masuk universitas.

Keduanya adalah Shum Wai Yau and Kong Fook To Belt and Road First-in-the-Family Tertiary Education Admission Scholarship serta United College CUHK Golden Jubilee First-in-the-Family Tertiary Education Admission Scholarship.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya sebagai mahasiswa internasional sekaligus mahasiswa generasi pertama dalam keluarganya yang menempuh pendidikan tinggi.

Menemukan Rumah Baru di Tengah Tantangan

Beradaptasi dengan kehidupan kampus di negara lain tidak selalu mudah. Pada awal kedatangannya di Hong Kong, Clarrence menghadapi kendala bahasa yang membuatnya sempat tertinggal sejumlah informasi mengenai kegiatan dan agenda kampus.

Namun, dukungan CUHK bagi mahasiswa internasional membantunya beradaptasi secara bertahap. Lingkungan kampus yang menurutnya terasa seperti keluarga juga membuat proses membangun kehidupan baru menjadi lebih mudah.

Di tengah keberagaman mahasiswa dari berbagai negara, Clarrence dapat tetap mempertahankan hubungan dengan Indonesia sekaligus membangun pertemanan baru lintas budaya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikannya. Baginya, pendidikan di universitas bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga belajar memahami cara pandang dan budaya yang berbeda.

Pengalaman tersebut semakin diperkuat melalui program mentoring yang mempertemukannya dengan perspektif dunia profesional di Hong Kong.

Program tersebut memberikan kesempatan bagi Clarrence untuk melihat lebih dekat bagaimana dunia kerja beroperasi dan keterampilan apa yang dibutuhkan untuk memasuki pasar kerja internasional.

“Program itu benar-benar membuka mata saya terhadap pasar kerja yang sebenarnya di sini,” ujarnya.

Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Profesional

Clarrence telah memiliki gambaran cukup jelas mengenai langkah yang ingin ditempuhnya setelah menyelesaikan pendidikan.

Salah satu targetnya adalah mendapatkan pengalaman magang di perusahaan Big Four. Ia juga menargetkan mengikuti program pertukaran pelajar untuk memperluas pengalaman internasional sebelum membangun karier di Hong Kong.

Namun, Hong Kong bukan menjadi tujuan akhir.

Dalam jangka panjang, Clarrence ingin kembali ke Indonesia dan menggunakan pengalaman serta pengetahuan yang diperolehnya selama berada di Hong Kong untuk berkontribusi di tanah air.

Rencana tersebut menunjukkan bagaimana pendidikan internasional dipandangnya sebagai investasi untuk membangun kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional.

“Untuk bisnis, Hong Kong adalah jawabannya, dan reputasi CUHK sebagai salah satu universitas terbaik di dunia sudah menunjukkan semuanya. Ditambah dengan peluang beasiswa, ini benar-benar win-win,” kata Clarrence.

IBBA Beri Ruang Menentukan Arah

Program Integrated BBA yang dipilih Clarrence dirancang untuk memberikan keleluasaan kepada mahasiswa dalam menentukan arah pendidikan sesuai dengan minat dan tujuan karier mereka.

Program tersebut ditawarkan oleh CUHK Business School, yang disebut sebagai sekolah bisnis pertama di kawasan tersebut.

Salah satu keunggulan IBBA adalah fleksibilitas akademik. Mahasiswa dapat memilih dari sembilan bidang konsentrasi tanpa batas kuota penerimaan pada masing-masing bidang. Mereka juga memiliki pilihan untuk mengambil double major, dual degree, maupun minor.

Fleksibilitas tersebut memungkinkan mahasiswa menyesuaikan pendidikan dengan rencana karier yang ingin dibangun, termasuk bagi mereka yang memiliki orientasi bisnis internasional.

Program ini juga memiliki komunitas mahasiswa yang berasal dari lebih dari 19 negara. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar karena mahasiswa berinteraksi dengan rekan dari berbagai latar belakang budaya.

Bagi mahasiswa seperti Clarrence, lingkungan tersebut memberikan kesempatan untuk membangun perspektif internasional sejak awal masa kuliah.

Pengalaman Kerja Sebelum Lulus

IBBA juga menempatkan pengalaman praktis sebagai bagian dari persiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Data program menunjukkan bahwa 89 persen mahasiswa menyelesaikan setidaknya satu program magang sebelum lulus. Sementara itu, 93 persen mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti global experiential learning.

Pengalaman tersebut menjadi penting bagi mahasiswa yang ingin memasuki dunia bisnis dengan lingkungan kerja yang semakin kompetitif dan lintas negara.

Program mentoring, partnership courses, serta penempatan magang juga disiapkan untuk membantu mahasiswa memahami kebutuhan industri yang terus berubah.

Dengan kombinasi pembelajaran akademik dan pengalaman praktis, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan analitis, tetapi juga kemampuan komunikasi serta pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek etika.

Membangun Jaringan Global

Keuntungan lain yang ditawarkan program IBBA adalah akses terhadap jaringan alumni CUHK Business School yang mencapai lebih dari 45.000 orang di berbagai negara.

Jaringan tersebut dapat menjadi modal sosial dan profesional bagi mahasiswa ketika mulai membangun karier setelah lulus.

Bagi Clarrence, kesempatan belajar di Hong Kong pada akhirnya bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Pengalaman tersebut merupakan bagian dari perjalanan untuk memahami dunia bisnis yang lebih luas, membangun jejaring internasional, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke Indonesia.

Dari Jakarta ke Hong Kong, perjalanan Clarrence menggambarkan bagaimana pendidikan tinggi di luar negeri dapat menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk memasuki lingkungan profesional global.

Dengan target magang di perusahaan Big Four, pengalaman pertukaran internasional, serta rencana membangun karier di Hong Kong sebelum kembali ke Indonesia, langkahnya masih panjang.

Namun, arah yang dipilihnya sudah jelas: memanfaatkan pendidikan, pengalaman internasional, dan jaringan global untuk membangun masa depan yang tidak hanya berorientasi pada karier pribadi, tetapi juga pada kontribusi ketika kembali ke Indonesia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.