Dari Fiskal ke Moneter: Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, DPR Soroti Sinergi Kebijakan Ekonomi
“Selanjutnya Bapak presiden telah menyampaikan usulan 3 orang calon Deputi Gubernur tersebut kepada dewan perwakilan rakyat guna mendapat persetujuan sebagaimana ketentuan dan proses pengaturan dalam undang-undang. Kita tentu saja serahkan semuanya kepada DPR untuk memberikan persetujuan terhadap salah satu dari tiga orang calon Deputi Gubernur tersebut,” jelasnya.
Di luar karier pemerintahannya, Thomas memiliki latar belakang yang lekat dengan dunia ekonomi dan keuangan. Ia merupakan putra Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur BI, dan sempat meniti karier sebagai analis keuangan di Whitlock NatWest Securities, Hong Kong. Ia juga pernah terlibat dalam dunia usaha melalui Arsari Group sebelum aktif penuh di pemerintahan. Dalam proses fit and proper test di DPR, Thomas menyatakan telah mundur dari keanggotaan partai politik sebagai bagian dari komitmennya menjaga independensi bank sentral.
Kini, dengan jabatan barunya di Bank Indonesia, perhatian tertuju pada bagaimana Thomas akan membawa perspektif fiskal ke dalam ruang kebijakan moneter. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sinergi antara pemerintah dan bank sentral menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, serta memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!