Daftar 10 Kota Termahal untuk Konstruksi Global 2025 Versi Turner & Townsend
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 11 Juli 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Turner & Townsend baru saja merilis laporan Global Construction Market Intelligence (GCMI) 2025 yang memetakan biaya konstruksi di 99 pasar (kota) di seluruh dunia. Laporan ini meninjau biaya material dan tenaga kerja untuk menghitung rata-rata biaya konstruksi per meter persegi pada tujuh jenis bangunan seperti manufaktur, hunian, dan perkantoran.
Hasilnya, New York kembali menduduki posisi pertama sebagai kota dengan biaya konstruksi tertinggi selama tiga tahun berturut-turut. Biaya konstruksi di kota ini mencapai 5.744 Dolar AS per meter persegi atau sekitar Rp93,3 juta.
Tingginya biaya konstruksi di New York disebabkan oleh pasar properti yang aktif, kepadatan wilayah urban, rekor lapangan kerja yang tinggi, serta perkembangan industri berbasis ilmu hayati, ekonomi hijau, dan teknologi. Selain itu, proyek-proyek infrastruktur berskala besar turut meningkatkan permintaan konstruksi di sana.
Di posisi kedua ada San Francisco dengan biaya konstruksi 5.504 Dolar AS atau Rp89,4 juta per meter persegi. Sektor konstruksi San Francisco masih menghadapi kekurangan tenaga kerja, lonjakan harga material, serta regulasi yang ketat. Permintaan ruang kantor tetap tinggi, terutama dari sektor teknologi dan proyek-proyek terkait AI serta hunian mewah.
Zurich, Swiss menempati posisi ketiga dengan biaya konstruksi 5.386 Dolar AS atau Rp87,53 juta per meter persegi. Disusul oleh Jenewa dan London di urutan keempat dan kelima dengan biaya hampir setara.
Berikut 10 kota dengan biaya konstruksi termahal di dunia tahun 2025 versi GCMI:
1. New York City – 5.744 USD (Rp93,3 juta)
2. San Francisco – 5.504 USD (Rp89,4 juta)
3. Zurich – 5.386 USD (Rp87,53 juta)
4. Jenewa – 5.386 USD (Rp87,53 juta)
5. London – 5.385 USD (Rp87,52 juta)
6. Los Angeles – 4.786 USD (Rp77,7 juta)
7. Chicago – 4.695 USD (Rp76,3 juta)
8. Tokyo – 4.647 USD (Rp75,5 juta)
9. Philadelphia – 4.604 USD (Rp74,8 juta)
10. Sapporo – 4.577 USD (Rp74,3 juta)
Jakarta menempati peringkat ke-91 secara global dari 99 kota, dengan biaya konstruksi rata-rata 943 Dolar AS atau setara Rp15,3 juta per meter persegi. Di tingkat Asia, Jakarta berada pada urutan ke-15 dari 22 pasar.
Turner & Townsend mencatat bahwa sektor konstruksi Indonesia perlahan pulih dan berkembang, terutama berkat proyek pembangunan pusat data yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital nasional. Pengembang lokal juga semakin aktif memulai proyek baru dengan tetap memantau kondisi ekonomi dan biaya.
Yang menarik, kontraktor lokal kini lebih sering memenangkan tender proyek pusat data berskala besar, menunjukkan meningkatnya kapasitas dan daya saing nasional. Namun, sektor konstruksi di Indonesia masih menghadapi tantangan terkait biaya material impor yang tinggi. Ketergantungan pada bahan bangunan berkualitas yang diimpor untuk proyek besar kerap membuat anggaran menjadi lebih terbatas. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!