Dadang Naser dan Lili Asdju Nyaleg, Suara Siapa yang akan Tergerus?
Di nomor 3 DCS Dapil Jabar 2 ada nama Sandra Indrianti Naholo. Wanita kelahiran Bandung, 7 September 1972 ini juga cukup dikenal karena pernah aktif di dunia keartisan dan Musyarawah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Ia mantan artis sinetron yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Koordinator Dept. Perekonomian dan Industri Strategis DPP MKGR, dan pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Dept. Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar. Nomor yang didapatnya pada DCS DPR RI pada Pemilu 2024 ini sama dengan saat Pemilu 2014 di nomor 3.
Di nomor 4 DCS nama yang cukup dikenal di kalangan internal Partai Golkar baik di Kabupaten Bandung maupun di KBB yakni Ir. H. Anang Susanto Suhendar, M.Si. Ayah dari anggota DPRD Kabupaten Bandung Agung Yansusan ini dikenal dekat dengan infratruktur Partai Golkar, baik di tingkat DPD Kabupaten Bandung maupun dengan para pengurus PK. Anang, sekarang ini sebagai incumbent yang duduk di Komisi V DPR RI dari Dapil Jabar 2, hasil Pemilu 2019.
Di Nomor 5 DCS muncul kembali nama Ir. H. Lili Asdjudiredja, tokoh Partai Golkar yang penampilannya sejak jadi pejabat di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dikenal flamboyan. Lili Asdju, demikian biasa ia disapa, bukan hanya pria yang bisa menjaga penampilan, namun ia juga dikenal piawai memelihara konstituennya. Sekarang ini, jejaring lama Lili Asdju di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat berdenyut kembali. Terlebih, Lilis Asdju juga semasa menjadi anggota DPR RI dikenal murah hati kepada jejaring baik infratruktur partai, maupun di luar struktur partai.
Nama-nama lainnya, ada Nunki Juniarti di nomor urut 6 dari Jakarta Selatan, kemudian Dr. M. Sabil Rachman, M.Si., di nomor 7, Dr. R. Ikke Dewi Sartika, M.Pd. di nomor 8, Yayat Supriatna, S.E., M.M., di nomor 9 dan Luchy Richard Chasmaran, M.Si., di nomor 10.
Bagi Partai Golkar sendiri munculnya banyak figur yang punya nama besar dalam kancah politik lokal maupun nasional bisa menambah suara partai, setidaknya bisa bertahan di dua kursi. Lalu suara petahana mana yang nanti akan tergerus? Ace Hasan atau Anang Susanto? Atau keduanya tetap bisa bertahan. Ini menarik, dan jawabannya tentu pada Maret 2024.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!