Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

Commuting di Indonesia: Kendaraan Pribadi vs Transportasi Umum

ED
Senin, 30 September 2024 | 16:19 WIB
Bagikan
Commuting di Indonesia: Kendaraan Pribadi vs Transportasi Umum
VISI.NEWS | SEPTEMBERPemerintah telah melakukan berbagai upaya penting untuk memajukan transportasi dan konektivitas di Indonesia. Salah satunya adalah membangun infrastruktur transportasi massal untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan kualitas udara, dan memperlancar mobilitas masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga memberikan bantuan subsidi pembelian kendaraan bermotor berbasis baterai sejak tahun lalu. Jakpat melakukan survei terhadap 2.299 responden di seluruh Indonesia tentang kebiasaan dalam bepergian sehari-hari. Survei ini difokuskan pada jenis transportasi, baik pribadi maupun umum.

Potret penunjang mobilitas

Survei Jakpat menunjukkan penggunaan kendaraan pribadi lebih banyak untuk menunjang aktivitas sehari-hari daripada transportasi umum (transum). Empat dari 5 responden menggunakan kendaraan pribadi dengan motor sebagai kendaraan yang paling banyak digunakan, sementara 38% responden menggunakan transum. Lebih detail, 28% responden di Jabodetabek menggunakan ojek online sedangkan 22% responden di luar Jawa menggunakan mobil pribadi. "Meskipun transportasi umum lebih banyak digunakan di Jabodetabek, mayoritas responden tetap memilih kendaraan pribadi, terutama motor, karena efisiensi waktu dan kemampuan menghindari kemacetan. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat Jabodetabek lebih mengutamakan kenyamanan dalam menghadapi lalu lintas padat, sementara di luar Jawa, keterbatasan akses dan kebutuhan akan kenyamanan pribadi menjadi penentu utama pilihan transportasi," ujar Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna. Umumnya, orang-orang menggunakan kendaraan untuk mobilitas ke kantor. Sebanyak 40% pengguna transum juga menggunakan fasilitas publik tersebut di akhir pekan.Terkait tipe, 21% pengguna transum mengandalkan ojek motor online, disusul angkot (13%) dan kereta rel listrik/KRL (7%).

Transportasi pribadi vs publik

Waktu yang paling umum untuk menggunakan transportasi, baik pribadi maupun umum, cenderung sama, yaitu saat berangkat kerja dan pulang kerja. Puncak penggunaan transum pada pukul 06.00-10.00 dengan persentase 38%. Satu dari 5 pengguna kendaraan pribadi berkendara dari pukul 20.00-22.00. Soal frekuensi, 72% pengguna kendaraan pribadi menggunakannya setiap hari. Sementara itu, hampir 30% pengguna transum mengandalkan fasilitas bersama tersebut 2-4 kali seminggu. Dari segi durasi sekali perjalanan, tidak ada perbedaan signifikan antara pengguna transportasi umum maupun pribadi. Lebih dari 40% responden menghabiskan 15-30 menit. Sebanyak 17% dari pengguna transum di Jabodetabek menghabiskan 1-2 jam untuk satu kali perjalanan. Di sisi lain, menggunakan transum dinilai lebih hemat karena lebih dari 50% penggunanya mengeluarkan biaya kurang dari Rp 250 ribu tiap bulan untuk keperluan bepergian. Sementara itu, 1 dari 3 pengguna kendaraan pribadi menghabiskan Rp 250-500 ribu per bulan. @uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.