Coding Camp 2026 Luluskan 3.000 Talenta Digital
Peserta mendapatkan pembelajaran hingga 946 jam. Materi utama mencakup tiga jalur karier, yakni Data Science, Full-Stack Web Development, dan AI Engineering.
Pembelajaran tersebut kemudian dilengkapi dengan literasi bahasa Inggris, soft skills, kesiapan karier, serta literasi keuangan. Materi diberikan dengan melibatkan praktisi industri sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan dan tantangan dunia kerja.
Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah perubahan cepat teknologi digital. Kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memahami dunia profesional, serta mengelola aspek finansial.
Pada 2026, program ini mencatat tingkat kelulusan sebesar 88,9 persen. Sebanyak 98 persen lulusan juga melaporkan adanya peningkatan pengetahuan finansial setelah mengikuti program.
Data tersebut menunjukkan bahwa dampak Coding Camp tidak hanya diukur dari kemampuan peserta dalam menguasai teknologi, tetapi juga dari kesiapan mereka menghadapi kehidupan profesional dan ekonomi digital.
Dorong Teknologi untuk Kemanusiaan
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dr. Eng. Imam Machdi, M.T. mengapresiasi kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia dalam mengembangkan talenta digital.
Menurutnya, keterampilan teknologi yang dimiliki generasi muda harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, tidak cukup hanya dilihat dari kecanggihan teknologinya, tetapi juga dari bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!