Coding Camp 2026 Luluskan 3.000 Talenta Digital

ED
PN
Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Bagikan
Coding Camp 2026 Luluskan 3.000 Talenta Digital

VISI.NEWS – Lebih dari 3.000 mahasiswa dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Indonesia resmi menyelesaikan program Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation. Program kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan teknologi sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Para peserta berasal dari 354 perguruan tinggi dan 144 SMK di seluruh Indonesia. Kelulusan mereka dirayakan dalam acara wisuda yang berlangsung di Astaka Grand Ballroom, ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Program tahun ini tidak hanya menghasilkan ribuan lulusan dengan keterampilan teknologi, tetapi juga memperluas dampak hingga ke tenaga pendidik. Untuk pertama kalinya, Coding Camp memberikan pelatihan kepada 107 guru SMK agar mereka memiliki kemampuan yang relevan untuk mengajarkan teknologi di sekolah masing-masing secara berkelanjutan.

Acara kelulusan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Muchlas Rowi, Head of DBS Foundation Karen Ngui, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, serta CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono.

Selain merayakan keberhasilan para peserta, DBS Foundation dan Dicoding Indonesia turut menampilkan 10 capstone project hasil karya peserta dengan performa terbaik. Dua proyek unggulan bahkan dipresentasikan secara langsung di hadapan para tamu undangan.

Sebanyak sembilan penghargaan juga diberikan kepada peserta berprestasi, institusi pendidikan, capstone project, serta relawan yang dinilai berkontribusi terhadap keberhasilan pelaksanaan program.

Belajar hingga 946 Jam

Coding Camp 2026 dirancang sebagai program pembelajaran intensif yang tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga mempersiapkan peserta menghadapi dunia kerja.

Peserta mendapatkan pembelajaran hingga 946 jam. Materi utama mencakup tiga jalur karier, yakni Data Science, Full-Stack Web Development, dan AI Engineering.

Pembelajaran tersebut kemudian dilengkapi dengan literasi bahasa Inggris, soft skills, kesiapan karier, serta literasi keuangan. Materi diberikan dengan melibatkan praktisi industri sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan dan tantangan dunia kerja.

Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah perubahan cepat teknologi digital. Kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memahami dunia profesional, serta mengelola aspek finansial.

Pada 2026, program ini mencatat tingkat kelulusan sebesar 88,9 persen. Sebanyak 98 persen lulusan juga melaporkan adanya peningkatan pengetahuan finansial setelah mengikuti program.

Data tersebut menunjukkan bahwa dampak Coding Camp tidak hanya diukur dari kemampuan peserta dalam menguasai teknologi, tetapi juga dari kesiapan mereka menghadapi kehidupan profesional dan ekonomi digital.

Dorong Teknologi untuk Kemanusiaan

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dr. Eng. Imam Machdi, M.T. mengapresiasi kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia dalam mengembangkan talenta digital.

Menurutnya, keterampilan teknologi yang dimiliki generasi muda harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, tidak cukup hanya dilihat dari kecanggihan teknologinya, tetapi juga dari bagaimana teknologi tersebut digunakan.

"Kami mengapresiasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia atas kerja samanya dalam melatih talenta digital sampai hari ini. Kepada para lulusan, kalian sudah mampu membuat mesin untuk berpikir, maka pastikan mesin itu berpihak untuk memberikan solusi bagi kepentingan kemanusiaan," ujar Imam Machdi.

Ia menekankan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengadopsi teknologi, tetapi juga kebijaksanaan masyarakat dalam menggunakan inovasi untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi para lulusan yang kini memasuki tahap baru setelah menyelesaikan pelatihan intensif.

Potensi Talenta Muda Harus Dikembangkan

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M., juga menilai pengembangan talenta digital harus terus diperkuat.

Menurutnya, perubahan kebutuhan industri menuntut generasi muda memiliki kemampuan yang terus berkembang. Program pelatihan seperti Coding Camp menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan Coding Camp 2026 dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada DBS Foundation dan Dicoding Indonesia yang sudah menjalankan program ini dengan baik," kata Muchlas.

Ia juga mengapresiasi karya peserta yang ditampilkan melalui capstone project. Menurutnya, hasil karya tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi yang besar apabila mendapatkan akses pembelajaran dan kesempatan untuk berkembang.

"Saya senang ketika melihat hasil capstone project yang luar biasa. Jadi anak-anak kita itu memiliki potensi yang memadai dan ini harus dikembangkan," ujarnya.

DBS Foundation: Teknologi Harus Ciptakan Dampak

Head of DBS Foundation Karen Ngui mengatakan, kemajuan AI dan teknologi memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak kemajuan sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, lebih dari 3.000 lulusan Coding Camp 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda dapat berkembang ketika mendapatkan keterampilan dan kesempatan yang tepat.

"Kami percaya bahwa pemanfaatan kemajuan AI dan teknologi dapat menjadi penggerak yang kuat bagi kemajuan dan terciptanya dampak positif," ujar Karen.

Ia mengatakan, sejak bermitra dengan Dicoding pada 2023, DBS Foundation telah mendukung lebih dari 229.000 generasi muda di seluruh Indonesia melalui berbagai upaya pengembangan keterampilan digital.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen yang lebih luas untuk memberdayakan 620.000 individu dalam membangun ketahanan finansial hingga 2029.

Karen menilai perubahan yang nyata dan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, dukungan kementerian pemerintah, institusi pendidikan, mitra industri, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan teknologi.

Menjangkau Kota Kecil dan Menengah

Salah satu karakteristik Coding Camp 2026 adalah cakupan peserta yang tidak hanya berpusat di kota-kota besar.

Lebih dari 80 persen peserta berasal dari kota kecil dan menengah di seluruh Indonesia. Kondisi ini menunjukkan upaya program untuk memperluas kesempatan belajar teknologi hingga ke berbagai daerah.

Selain itu, sekitar 35 persen peserta merupakan perempuan. Komposisi tersebut mencerminkan upaya memperluas akses terhadap pendidikan dan keterampilan digital kepada kelompok peserta yang lebih beragam.

Dengan melibatkan 354 perguruan tinggi dan 144 SMK, program ini juga membangun jejaring pendidikan yang lebih luas. Kampus dan sekolah tidak hanya menjadi tempat asal peserta, tetapi juga bagian dari ekosistem pengembangan talenta digital.

Guru SMK Mulai Diperkuat

Program Coding Camp 2026 juga menghadirkan pendekatan baru dengan memberikan pelatihan kepada 107 guru SMK.

Langkah ini dinilai penting karena pengembangan talenta digital tidak dapat hanya mengandalkan program pelatihan jangka pendek bagi siswa. Kapasitas guru perlu diperkuat agar pengetahuan dan keterampilan teknologi dapat terus ditransfer kepada generasi berikutnya.

Melalui pelatihan tersebut, para guru dibekali kemampuan yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan teknologi relevan di sekolah masing-masing.

Dengan demikian, dampak program diharapkan dapat terus berlanjut setelah peserta dan guru menyelesaikan pelatihan.

CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono mengatakan, kelulusan Coding Camp bukan akhir dari proses belajar.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan program justru menjadi awal bagi peserta untuk terus memperluas pengetahuan dan menggunakan teknologi dalam menghasilkan solusi yang bermanfaat.

"Kelulusan bukan hanya menjadi perayaan atas selesainya sebuah program pembelajaran, tetapi juga menandai dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus memperluas pengetahuan dan memanfaatkan teknologi guna menciptakan dampak positif bagi masyarakat," kata Narenda.

Ia menambahkan, Coding Camp mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dukungan tersebut membantu memperluas akses pembelajaran hingga ratusan institusi pendidikan di berbagai daerah.

Narenda menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan misi DBS Foundation untuk memperkuat ketahanan sosial dan finansial masyarakat.

Menjawab Kesenjangan Talenta Digital

Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja dengan keterampilan teknologi terus meningkat, sementara tidak semua generasi muda memiliki akses yang sama terhadap pelatihan berkualitas.

Kesenjangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Peserta juga membutuhkan pengalaman praktis, kemampuan komunikasi, kesiapan memasuki dunia kerja, serta pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.

Coding Camp mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui model pembelajaran yang menggabungkan keterampilan teknis dan nonteknis.

Peserta tidak hanya belajar coding dan teknologi, tetapi juga mengerjakan proyek yang dapat menunjukkan kemampuan mereka. Capstone project menjadi salah satu sarana untuk menguji kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.

Sepuluh proyek terbaik yang ditampilkan pada acara kelulusan menjadi gambaran konkret dari hasil pembelajaran tersebut.

Dari Ruang Kelas ke Ekonomi Digital

Sejak 2023, Coding Camp powered by DBS Foundation telah menjangkau lebih dari 229.000 penerima manfaat. Dalam dua tahun terakhir, program ini juga telah memberikan kelas intensif kepada lebih dari 6.400 mahasiswa dan siswa SMK.

Pada 2026, lebih dari 3.000 peserta berhasil menyelesaikan program intensif dengan tingkat kelulusan 88,9 persen.

Angka tersebut memperlihatkan semakin luasnya akses terhadap pendidikan teknologi di Indonesia. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan keterampilan yang telah diperoleh benar-benar dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha, menciptakan inovasi, maupun menyelesaikan persoalan masyarakat.

Karena itu, pesan yang disampaikan dalam acara kelulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Para lulusan didorong untuk terus belajar dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang semakin cepat, kemampuan membuat teknologi harus disertai kesadaran mengenai dampaknya.

Lebih dari 3.000 lulusan Coding Camp 2026 kini membawa bekal baru untuk memasuki ekonomi digital. Mereka berasal dari ratusan institusi pendidikan dan berbagai daerah di Indonesia, dengan pengalaman belajar yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan karier dan literasi finansial.

Sementara itu, hadirnya 107 guru SMK membuka dimensi baru bagi program ini. Keterampilan yang diberikan tidak hanya berhenti pada satu angkatan peserta, tetapi berpotensi diteruskan melalui ruang-ruang kelas di berbagai sekolah.

Dengan memperluas akses, memperkuat kompetensi, dan melibatkan dunia pendidikan serta industri, Coding Camp 2026 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem talenta digital Indonesia yang lebih inklusif dan siap menghadapi perubahan teknologi.

Bagi para lulusan, wisuda di Jakarta bukanlah garis akhir. Justru dari sinilah perjalanan baru dimulai: membawa keterampilan digital keluar dari ruang pembelajaran dan mengubahnya menjadi karya, peluang, serta solusi nyata bagi masyarakat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.