Citumang, Surga Petualangan di Tengah Alam Pangandaran

ED
Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:52 WIB
Bagikan
Citumang, Surga Petualangan di Tengah Alam Pangandaran

Citumang buka setiap hari pukul 07.00 hingga 16.30 WIB. Namun, bagi yang ingin menikmati sensasi maksimal, disarankan datang pagi-pagi. Udara masih sejuk, cahaya matahari menembus rimbunnya pepohonan, dan air terasa lebih hangat. “Menjelang sore, air memang mulai dingin, jadi waktu terbaik adalah antara jam delapan sampai dua belas siang,” imbuh Alfin.

Yang menarik, kata Desi (21) dan Nesa (19) juga wisatawan dari Bandung, aktivitas body rafting di Citumang tak hanya diperuntukkan bagi kalangan muda atau mereka yang berjiwa petualang. "Mulai dari anak usia dua tahun hingga lansia berusia tujuh puluh tahun pun bisa ikut. Bagi yang tak bisa berenang, tak perlu khawatir—semua peserta dilengkapi pelampung dan didampingi pemandu lokal yang ramah dan berpengalaman. Bahkan, untuk anak-anak disediakan ban khusus dengan pengawasan ekstra, " ungkap Desi.

Perjalanan body rafting, tambah Besar dimulai dari sekretariat, dilanjutkan berjalan kaki sekitar lima menit menuju titik awal. Setelah briefing dan doa bersama, peserta mulai menyusuri sungai sejauh 1,5 kilometer dengan durasi sekitar dua jam. "Di beberapa titik, ada permainan loncatan dari ketinggian 3 hingga 12 meter, serta ayunan tali yang menjadi favorit banyak pengunjung. Semua ini membuat pengalaman body rafting di Citumang terasa seperti petualangan di dunia fantasi yang nyata, " katanya.

Selain keseruan di air, fasilitas di Citumang terbilang lengkap. Mulai dari ruang ganti, warung makan, dry bag, hingga paket makan nasi liwet yang menggoda selera. Bahkan, ada terapi ikan di area tertentu untuk melepas lelah setelah berpetualang. Untuk wisatawan yang datang dengan bus besar, disediakan layanan shuttle menuju area wisata, lengkap dengan rest area yang nyaman.

Dengan tiket masuk yang terjangkau—Rp20.000 untuk hari biasa dan Rp25.000 untuk akhir pekan—Citumang bukan sekadar tempat wisata, melainkan juga ruang untuk menyatu dengan alam dan diri sendiri. Di sini, setiap percikan air, gemericik sungai, dan tawa para wisatawan menjadi harmoni yang menenangkan. Citumang bukan hanya tentang body rafting—ia adalah kisah tentang keindahan alam Pangandaran yang terus hidup dan dijaga oleh tangan-tangan ramah penduduk lokalnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.