Cindy Monica Dorong Pemerintah Menstabilkan Pasokan Kelapa di Domestik
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 22 April 2025 | 17:44 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Cindy Monica, menyoroti lonjakan harga kelapa di dalam negeri yang dinilai semakin membebani industri pengolahan berbasis kelapa. Menurut Cindy, meningkatnya permintaan pasar ekspor telah menyebabkan berkurangnya pasokan kelapa domestik, sehingga mendorong naiknya harga bahan baku secara signifikan.
"Seiring dengan meningkatnya permintaan ekspor, pasokan kelapa di pasar domestik semakin menipis. Ini menyebabkan lonjakan harga yang berdampak langsung pada harga bahan baku, yang berujung pada peningkatan harga produk olahan kelapa," ujar Cindy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/4/2025).
Politikus Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini menyebutkan salah satu contoh dampak nyata dari kondisi tersebut, yakni sebuah perusahaan ekspor santan di Sumatera Barat yang terancam melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 300 karyawan akibat keterbatasan bahan baku.
Ia mengingatkan bahwa jika tidak ada kebijakan segera dari pemerintah untuk menstabilkan ketersediaan kelapa, maka dampaknya bisa semakin luas, termasuk meningkatnya angka pengangguran dan terganggunya perekonomian daerah.
"Saya sangat memahami bahwa ekspor memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian negara. Namun, dalam kondisi saat ini, kita harus mengimbangi kebijakan ekspor dengan upaya menjaga ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Kita harus mencari solusi yang adil untuk menghindari dampak buruk bagi sektor industri dalam negeri dan pekerja yang terancam kehilangan mata pencaharian," tandasnya.
Cindy mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis, seperti mendorong peningkatan produksi kelapa dalam negeri dan melakukan pengawasan terhadap kebijakan ekspor agar tetap mempertimbangkan kebutuhan nasional.
"Kita tidak bisa membiarkan lonjakan harga kelapa ini menghancurkan industri yang telah lama bertahan dan memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Pemerintah harus segera bertindak untuk mengatasi ketidakseimbangan pasokan," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara pasar global dan kebutuhan domestik agar sektor industri kelapa tetap bertahan dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!