Cimahi dan Bandung Barat Pakai APBD untuk Sediakan Infrastruktur Penunjang BRT
"Kita tahun 2025 sudah mengaalokasikan anggaran, salah satunya untuk mendukung BRT. Kita juga menyiapkan kajian untuk feeder jadi nanti ada titik titik yang dijadikan sebagai tempat pemberhentian BRT. Nah untuk menyambungkan ke moda yang lainnya kita barus siapkan feeder," tambahnya.
Komitmen dukungan anggaran penunjang BRT ini diperlukan guna mewujudkan sarana transportasi massal di cekungan Bandung. Sehingga bisa menekan kemacetan serta menekan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
"Ini merupakan salah satu upaya penanganan lalu lintas. Jadi kita akan dukung sebagai sarana transportasi publik," ucapnya.
Sebelumnya, Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat menargetkan pembangunan infrastruktur transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya dimulai tahun 2025. Rencananya, pembangunan infrastruktur tersebut akan dilakukan di 5 rute BRT dengan memakai anggaran dari bank dunia.
"Nah di tahun 2025, 5 rute BRT akan dibangun oleh pemprov semua dengan anggaran dari world bank," ujar Bey.
Di tahun 2024 ini, Bey menyebut sudah ada 21 rute BRT yang berjalan. Meski begitu, rute-rute BRT yang sudah berjalan tetap akan diberi penunjang Infrastruktur tambahan seperti koridor khusus, halte, hingga ruang operasional sebagai pusat pengatur jadwal keberangkatan.
"Percepatan infrastruktur awal tahun depan mulainya. Termasuk nanti ada ruang operasional center yang akan mengatur bus supaya tertib. Untuk infrastruktur itu, di 2024 ada 3 yang dijalankan oleh kementerian (Perhubungan) kemudian 2 rute lagi oleh Pemprov (Jabar) jadi totalnya 5 rute," tandasnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!