Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026

China Sebut Pembatasan Turis Asal Negaranya Diskriminatif

ED
Minggu, 1 Januari 2023 | 19:22 WIB
Bagikan
China Sebut Pembatasan Turis Asal Negaranya Diskriminatif

VISI.NEWS | CHINA - Outlet media China mengkritik kebijakan berbagai negara yang memaksakan tes Covid-19 pada pelancong dari China Mereka menyebut kebijakan itu sebagai hal "diskriminatif."

Setelah menutup semua perbatasannya selama tiga tahun, memberlakukan rezim penguncian yang ketat dan pengujian tanpa henti, Beijing tiba-tiba berbalik arah ketika virus mematikan itu muncul lagi pada 7 Desember dan infeksi telah menyebar dengan cepat dalam beberapa minggu terakhir.

Korea Selatan dan Spanyol pada hari Jumat bergabung dengan daftar negara yang terus bertambah, termasuk Amerika Serikat, India, dan lainnya yang telah memberlakukan tes Covid-19 untuk pelancong dari China karena kekhawatiran tentang skala wabah Covid-19 dan skeptis terhadap statistik kesehatan Beijing.

Malaysia mengatakan akan menyaring semua kedatangan internasional untuk demam.

"Tujuan sebenarnya adalah untuk menyabotase tiga tahun upaya pengendalian Covid-19 China dan menyerang sistem negara," kata tabloid milik pemerintah Global Times dalam sebuah artikel Kamis malam, menyebut pembatasan itu "tidak berdasar" dan "diskriminatif."

China akan berhenti mewajibkan pelancong yang masuk untuk melakukan karantina mulai 8 Januari. Tetapi masih akan menuntut hasil tes PCR negatif dalam waktu 48 jam sebelum keberangkatan.

Pejabat kesehatan senior China mengadakan konferensi video dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat dan bertukar pandangan tentang situasi epidemi saat ini, kata Komisi Kesehatan Nasional China dalam sebuah pernyataan tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada hari sebelumnya bahwa organisasi tersebut membutuhkan lebih banyak informasi untuk menilai lonjakan infeksi terbaru di China, tanpa mengambil posisi pada masalah tes perjalanan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.