China Pertimbangkan Jual TikTok ke Elon Musk untuk Hindari Pemblokiran di AS

Desi Rossilawati
Selasa, 14 Januari 2025 | 20:40 WIB
Bagikan
China Pertimbangkan Jual TikTok ke Elon Musk untuk Hindari Pemblokiran di AS
VISI.NEWS | CHINA - China dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi untuk menjual aplikasi TikTok ke miliarder Elon Musk agar aplikasi tersebut tetap bisa beroperasi di Amerika Serikat (AS). Hal ini menyusul kebijakan AS yang memaksa TikTok untuk memisahkan diri dari induk perusahaan asal China, ByteDance, atau menghadapi pemblokiran permanen. Laporan mengenai kemungkinan Elon Musk mengakuisisi TikTok pertama kali disampaikan oleh Bloomberg, yang mengungkapkan bahwa pemerintah China sedang mengevaluasi opsi tersebut. Namun, TikTok segera membantah laporan ini, dengan juru bicara perusahaan mengatakan bahwa mereka tidak dapat menanggapi "cerita fiksi." "kami tak bisa berkomentar soal cerita fiksi," katanya, dikutip dari Variety, Selasa (14/1/2025). Meskipun Elon Musk belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut, rekam jejaknya dalam mengakuisisi perusahaan media sosial yang tengah dilanda masalah menunjukkan adanya kemungkinan tersebut. Pada 2022, Musk membeli Twitter senilai US$44 miliar dan mengubah platform tersebut menjadi X. Menurut laporan Bloomberg, salah satu skenario yang tengah dipertimbangkan adalah Musk mengambil alih TikTok di AS dan bekerja sama dengan China untuk menjalankan bisnis di negara yang akan dipimpin oleh Donald Trump. Kebijakan AS yang mengancam eksistensi TikTok akan berlaku mulai 19 Januari, sehari sebelum pelantikan Trump. Trump sendiri menyatakan bahwa ia ingin pemblokiran TikTok ditangguhkan. TikTok menyatakan bahwa kebijakan tersebut melanggar Amandemen Pertama yang melindungi kebebasan berbicara, mengingat aplikasi ini memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS. Namun, regulator AS tetap bersikukuh untuk melanjutkan aturan yang telah ditandatangani oleh Presiden Joe Biden, dengan alasan bahwa TikTok dapat membahayakan keamanan nasional jika tetap berada di bawah kendali ByteDance, mengingat kemungkinan akses pemerintah China terhadap data pengguna AS. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.